Tumbuh 4,26 Persen, Aset Perbankan di Sulampua Capai Rp572,44 Triliun

206
Ilustrasi. Kinerja perbankan di Wilayah Sulampua tumbuh positif di sepanjang 2025. Menjadi salah satu indikator tangguhnya sektor jasa keuagan Sulampua menghadapi berbagai tantangan global dan domestik. POTO : DOK. BISNISSULAWESI.COM

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kinerja sektor perbankan di Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua menunjukkan perkebangan positif. Hingga November 2025, total aset perbankan Sulampua tercatat tumbuh 4,26 persen (yoy) dengan total mencapai Rp572,44 triliun.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch. Muchlasin saat memaparkan kinerja sektor jasa keuangan Sulampua di Makassar, Kamis (15/01/2026).

Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), kata Muchlasin, terjadi pertumbuhan sekitar 5,86 persen menjadi Rp362,46 triliun. Di mana, struktur DPK didominasi tabungan 58,83 persen, giro 22,16 persen, dan deposito 19,02 persen.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin. POTO: DOK. BISNISSULAWESI.COM

Sementara dari penyaluran kredit, mengalami pertumbuhan 4,05 persen (yoy) dengan total mencapai Rp449,98 triliun. Share portofolio kredit produktif 47,94 persen dan kredit konsumtif 52,06 persen. Pertumbuhan kredit relatif tertahan seiring adanya kontraksi pada segmen kredit modal kerja.

Meskipun demikian, menurut Muchlasin, kualitas aset perbankan tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) pada level 2,99 persen atau di bawah threshold. Tingginya rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 124,14 persen, menunjukkan optimalisasi fungsi intermediasi perbankan di Sulampua yang secara aktif menyalurkan kredit/pembiayaan kepada masyarakat.

Pertumbuhan positif kinerja sektor perbankan, menjadi salah satu cerminan tangguhnya sektor jasa keuangan (SJK) Sulampua dalam menghadapi perkonomian Sulampua di tengah kompleksnya tantangan global dan domestik.

Selain sektor perbankan, stabilitas SJK Sulampua juga ditopang kinerja yang relatif solid pada sektor Pasar Modal, dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Ketiga sektor, terus menjalankan fungsi intermediasi, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memperluas akses layanan keuangan secara inklusif dan berkelanjutan.

“Hal ini berperan penting menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi daerah, mendukung pembiayaan sektor produktif, serta memperkuat ketahanan perekonomian regional memasuki 2026,” ujar Muchlasin.

Sementara itu, dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat, setidaknya Kantor OJK Sulselbar telah melaksanakan 1.896 kegiatan edukasi kepada masyarakat di sepanjang 2025. Mencakup kegiatan edukasi keuangan, seperti sosialisasi, training of trainers, talkshow, dan publikasi iklan layanan masyarakat.

Kegiatan edukasi menjangkau 1.834.035 peserta di 30 kabupaten/kota di Sulselbar dari berbagai segmen masyarakat termasuk masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perempuan, petani/nelayan, penyandang disabilitas, serta tenaga kerja dari berbagai sektor.

“Ini wujud konkret komitmen OJK, mendorong masyarakat lebih cerdas mengelola keuangan, serta mampu mengakses, memanfaatkan produk dan layanan keuangan yang diharapkan dapat memperkuat usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” pungkas Muchlasin.

Bali Putra