
BISNISSULAWESI.COM, MAROS – Sebanyak 603.091 penumpang terlayani selama posko angkutan udara Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 ((15 Desember 2025 – 04 Januari 2026), di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Angka ini naik 0,2 persen dibanding periode sama tahun lalu, sebanyak 601.581 penumpang.
Hal itu terungkap pada penutupan posko angkutan udara Nataru di area kedatangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Senin (05/01/2026).
Penutupan posko dipimpin CEO Region V PT Angkasa Pura (AP) Indonesia, Handy Heryudhitiawan. Dihadiri beberapa komunitas bandara seperti perwakilan dari Lanud Hasanuddin, Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, Basarnas, Airnav, Polsek Bandara, KKP Kelas I Makassar, BMKG, mitra usaha serta maskapai dan groundhandling.
Selain arus penumpang, peningkatan juga terjadi pada pergerakan pesawat. Periode Nataru 2025/2026 tercatat 4.613 pesawat, meningkat 2,8 persen dibanding periode Nataru 2024/2025 sebanyak 4.485 pesawat.
Sementara itu, penurunan terjadi pada pergerakan kargo, di mana pada periode sebelumnya, tercatat 6.336 ton kargo. Namun, tahun ini tercatat 5.523 ton kargo atau mengalami penurunan 5,7 persen.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai menyebutkan, selama periode Nataru 2025/2026, tercatat puncak arus berangkat terjadi pada tanggal 23 Desember 2025 dengan 33.956 penumpang. Sedangkan puncak arus datang, terjadi Minggu, 04 Januari 2026 dengan 32.976 penumpang.
“Pergerakan penumpang periode Nataru 2025/2026 mengalami kenaikan, dengan rata-rata 29.000 penumpang,” ujar Minggus.
Bandara tujuan dan kedatangan terbanyak di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yakni Bandara Soekarno Hatta Banten dengan 109.137 penumpang, Bandara Juanda Surabaya 68.954 penumpang, dan Bandara Haluoleo Kendari, 36.848 penumpang.
Minggus mengaku bersyukur tidak ada kejadian khusus yang menganggu operasional bandara selama posko angkutan udara Nataru di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, berjalan.
Selama periode posko Nataru, pihak bandara memberlakukan 73 extraflight atau penambahan penerbangan.
Saat ini, terdapat 11 maskapai domestik dan 5 maskapai internasional yang beroperasi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Bali Putra








