Nopember 2025, Bea Cukai Sulbagsel Catat Penambahan Devisa Ekspor Sulsel 0,19 Miliar USD

214
Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan (DJBC Sulbagsel), Alimuddin Lisaw saat memaparkan Kinerja Bea Cukai Sulbagsel di GKN II Makassar, Selasa (23/12/2025). POTO: BALI PUTRA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Devisa ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) Nopember 2025, bertambah sebesar 0,19 miliar USD. Sehingga secara komulatif hingga 30 November 2025, devisa ekspor Sulsel mencapai 1,79 miliar USD, dari sebesar 1,60 miliar USD pada akhir Oktober lalu.

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan (DJBC Sulbagsel), Alimuddin Lisaw memaparkan hal tersebut di Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, Selasa (23/12/2025).

Devisa Ekspor Sulsel hingga November 2025, terjadi kontraksi 4,4 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu 1,87 miliar USD.

Ilustrasi ekspor komoditas unggulan Sulsel melalui Pelabuhan peti kemas Makassar New Port. POTO: DOK. BISNISSULAWESI.COM

Dari sisi devisa impor, terjadi penambahan 0,13 miliar USD pada Nopember 2025 menjadi 0,96 miliar USD dari sebesar 0,86 miliar USD pada akhir Oktober 2025. Terjadi kontraksi 7,0 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 1,03 miliar USD.

Devisa ekspor Sulsel, terutama di topang komoditas Nickel Matte, mencapai 819,0 juta USD dengan porsi 45,7 persen dari total devisa ekspor Sulsel. Devisa komoditas ekspor ini menurun 5,9 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Kemudian devisa komoditas ekspor fero nikel, mencapai 257,3 juta USD dengan kontribusi 14,4 persen, juga terkontraksi cukup dalam 36,4 persen dibanding tahun lalu.

Devisa komoditas ekspor produk kakao mencapai 137,6 juta USD, berkontribusi 7,7 persen dari total devisa komoditas ekspor. Tumbuh signifikan mencapai 120,8 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Devisa komoditas ekspor rumput laut mencapai 127,4 juta USD dengan kontribusi terbesar ke empat sekitar 7,1 persen. Devisa komoditas ekspor ini tumbuh 1,0 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Sedangkan devisa komoditas ekspor karaginan mencapai 65,7 juta USD, berkontribusi 3,7 persen. Mengalami kontraksi 17,4 persen dibanding periode sama tahun lalu.

“Dari lima besar komoditas ekspor Sulsel, dominan negara tujuan ke Jepang, Cina, USA, Taiwan dan Malaysia,” katanya.

Sementara dari sisi devisa komoditas impor, diantaranya gandum mencapai 164,6 juta USD, berkontribusi 17,2 persen dari total devisa komoditas impor. Kemudian gula mencapai 141,6 juta USD (14,8 persen). Kedua komuditas impor ini mengalami kontraksi masing-masing 22,8 persen dan 11,1persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Bungkil dan residu padat dari kedelai mencapai 122,1 juta USD (12,7 persen), mengalami pertumbuhan 11,4 persen dibandingkan tahun lalu.

Biji kakao mencapai 73,0 juta USD (7,6 persen), mengalami peningkatan 252,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, serta aksesoris sparepart perangkat telepon seluler 72,2 juta USD (7,5 persen).

“Dari lima besar penyumbang devisa komoditas impor, aksesoris sparepart perangkat telepon seluler tumbuh signifikan sebesar 1.003 persen dibanding periode sama tahun lalu. Negara asal impor didominai Cina, Singapura, Malaysia, Brazil, dan Australia,” tambah Alimuddin Lisaw.

Ia juga menjelaskan, neraca perdagangan Sulsel hingga 30 November 2025. Meskipun ekspor-impor Sulsel melambat, namun neraca perdagangan tetap surplus sebesar 57,2 juta USD. Bersumber dari neraca perdagangan ekspor yang besarnya mencapai 154,44 juta USD, sementara neraca perdagangan impor 97,24 juta USD.

“Neraca perdagangan pada 2025 terus menunjukkan tren positif. Adanya peningkatan ekspor kakao, memberikan dorongan positif pada neraca perdagangan,” sebutnya.

Bea Cukai terus memberikan fasilitas perdagangan kepada pelaku usaha industri. Ada 10 pengusaha kawasan berikat di Sulsel dan satu pengusaha KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor).

Bea Cukai memberikan fasilitas kepabeanan berupa fiskal meliputi Bea Masuk ditangguhkan sebesar Rp47,5 miliar, kemudian PPn ditangguhkan Rp140,8 miliar dan PPh ditangguhkan Rp33,4 miliar. Serapan tenaga kerja sebanyak 2.436 orang.

“Sedangkan KITE berupa Bea Masuk dibebasakan Rp69,1 miliar dan PPn ditangguhkan sebesar Rp124,3 miliar, serta tenaga kerja 249 orang,” jelasnya.

Komoditi ekspor teratas kawasan berikat per November 2025 (yoy), nikel dengan nilai devisa 287,71 juta USD, kemudian Karaginan dengan nilai devisa 66,76 juta USD dan Kepiting dengan nilai devisa 12,56 juta USD.

Sementara itu, secara umum Alimuddin Lisaw menyebutkan realisasi penerimaan bea dan cukai hingga 30 November 2025 sebesar Rp342,5 miliar atau 106,85 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp320,5 miliar. Terdiri dari Bea Masuk Rp201,2 miliar, Bea Keluar Rp50,5 miliar, dan Cukai sebesar Rp90,8 miliar.

Bali Putra