3.500 Pelari dari Berbagai Daerah di Indonesia, Ramaikan “Runway Run” 2025 di Makassar

234
Flag Off “Runway Run 2025” 3.500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia, yang digelar AirNav Indonesia di Fort Rotterdam Makassar, Minggu (07/12/2025). POTO: BALI PUTRA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Sebanyak 3.500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan perhelatan “Runway Run 2025” yang digelar AirNav Indonesia di Fort Rotterdam Makassar, Minggu (07/12/2025). Event dalam rangka memeringati Hari Penerbangan Sipil Internasional, menggabungkan antara olahraga, hiburan, edukasi, dan kampanye keselamatan penerbangan.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno mengklaim, momentum ini menjadi salah satu perayaan Hari Penerbangan Sipil Internasional yang paling meriah di Indonesia.

Selain menjadi perayaan Hari Penerbangan Sipil Internasional, Runway Run 2025 juga dirancang sebagai sarana edukasi publik mengenai pentingnya menjaga keselamatan penerbangan. AirNav Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk mengajak publik memahami berbagai potensi gangguan terhadap keselamatan penerbangan yang bersumber dari aktivitas masyarakat yang kerap dianggap sepele.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno (Tengah) saat memberi keterangan di sela-sela “Runway Run” 2025 di Fort Rotterdam Makassar, Minggu (07/12/2025). POTO: BALI PUTRA

”Gangguan tersebut, antara lain meliputi penerbangan layang-layang, pelepasan balon udara secara bebas, penggunaan laser, hingga pengoperasian drone tanpa izin. Tanpa disadari, seluruh aktivitas yang kerap dianggap sepele oleh masyarakat ini dapat membahayakan pesawat dan keselamatan penerbangan,” ungkap Avirianto.

Ia menambahkan, melalui pendekatan yang ringan dan menyenangkan, ”Run Way Run” menjadi jembatan antara dunia navigasi penerbangan dan masyarakat. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa keselamatan penerbangan adalah tanggung jawab bersama.

”Runway Run adalah cara kami mendekatkan dunia navigasi penerbangan kepada masyarakat. Saat ini masih ada aktivitas berisiko di sekitar bandara, seperti layang-layang, drone tanpa izin, balon udara liar, maupun penggunaan laser. Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat untuk bersama menjaga ruang udara demi keselamatan penerbangan,” ujar Capt. Avirianto.

Sebagaimana diketahui, Run Way Run 2025 membuka tiga kategori lari, 2K, 5K, dan 10K. Tiket sold out (terjual habis) dalam kurun waktu yang relastif singkat. Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan, tidak hanya warga Makassar, pelari dari sejumlah kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Palangkaraya, Surabaya, Balikpapan, Bali, dan sejumlah kota lain di Indonesia turut hadir.

Run Way Run yang dikonsep dengan mengedepankan kekhasan budaya Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, terbukti menjadi magnet bagi para pecinta lari dan publik yang ingin merasakan pengalaman berbeda. Suasana antusias terlihat sejak flag off pukul 05.30 WITA, ketika ribuan pelari mulai bergerak bersama dalam suasana pagi yang segar dan tertib. Kehadiran peserta dari berbagai kota memperkuat posisi Runway Run sebagai even yang diminati secara nasional.

Beragam pengalaman disampaikan peserta, salah satunya pelari asal Yogyakarta, Latif. Pelari berusia 55 tahun itu mengaku sengaja bertolak dari kampung halamannya, khusus untuk mengikuti Run Way Run 2025. ”Karena saya datang ke Makassar bersama keluarga, kami ambil kategori Family 2K. Kami kebetulan menyukai olahraga lari dan kebetulan belum pernah ke Makassar,” aku Latif.

Selain berolahraga, Ia dan keluarga megaku mendapat pengetahuan baru tentang dunia penerbangan dari Airnav Indonesia. Ia juga sekaligus ingin menikmati pariwisata di Makassar yang terkenal banyak kulinar enak.

Hal senada diungkapkan peserta asal Jakarta, Andre. Ia datang ke Makassar bersama rekan sesama komunitas pelari. Menjurut Andre, Run Way Run Makassar unik dan edukatif.

“Saya senang bisa ikut sekaligus belajar tentang keselamatan penerbangan. Sangat menarik,” ujar pelari 32 tahun yang mengambil kategori 10K.

Demikian pula yang diungkapkan Hermawanyah, peserta asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Pria 52 tahun yang cukup fanatik dengan olahraga lari, mengaku kerap mengikuti even sejenis di sejumlah daerah. Karena takut kehabisan tiket, begitu registrasi dibuka, Ia langsung mendaftar dan mengambil kategori 10K.

“Ini even paling unik yang saya ikuti. Tidak hanya berolahraga, juga ada unsur edukasi yang cukup membuka wawasan saya untuk lebih mengenal dunia penerbangan. Suasananya meriah dan penuh energi positif. Senang bisa ikut merayakan Hari Penerbangan Sipil Internasional seperti ini,” ujar lelaki yang juga penyuka olahraga bersepeda.

Tidak hanya disuguhkan beragam hadiah hiburan, di garis finish, para pelari juga disuguhkan penampilan spektakuler band ibu kota, J-Rocks. Selama sekitar 1 jam penuh, band bergenre Japanese Rock itu menggoyang venue Run Way Run 2025 Makassar.

Bali Putra