Buktikan Dukungan Dalam Dunia Gaming, Lenovo Gelar Kompetisi E-SportBuktikan Dukungan Dalam Dunia Gaming, Lenovo Gelar Kompetisi E-Sport

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Semakin membuktikan dukungannya dalam dunia gaming, Lenovo Indonesia menggandeng Mineski Indonesia menyelenggarakan Kompetisi e-sport, Rise Of Legion.

Kompetisi yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (9-10/3/2019) ini, digelar di Gix Battle Arena, Makassar. Area Manager Lenovo Makassar, Abadi Gunawan mengatakan, kompetisi ini merupakan kompetisi yang digelar oleh Lenovo Indonesia di 6 kota berbeda.

“Sebenarnya kompetisi ini sudah berlangsung sejak 23 Februari lalu dan Makassar adalah kota ke enam, kota terakhir setelah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya sama Medan,” kata Abadi

Kompetisi ini mempertandingkan dua game yang sangat populer saat ini yaitu Dota 2 dan PUBG.

Lebih lanjut, pria yang dulunya aktif di berbagai kegiatan volunteering ini memaparkan, dukungan Lenovo terhadap dunia gaming bisa dilihat dari berbagai produk yang dikeluarkan oleh Lenovo.

“Tentunya dukungan kita tak lepas dari spesifikasi produk yang kami keluarkan. Kita selalu melakukan pembaharuan baik itu dari segi software maupun hardware,” katanya.

Sementara itu, Richard, Project Manager Mineski Indonesia menambahkan, e-sport yang saat ini tengah berkembang pesat di Indonesia dapat menjadi peluang yang menguntungkan bagi para gamers. Terlebih, e-sport telah masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan di berbagai kejuaraan hingga di tingkat internasional.

“Peluangnya ya gede banget, terutama bagi kaum muda milenial untuk bisa lebih fokus di e-sport. Buktinya, antusias peserta ini cukup banyak. Di Kota Makassar ini saja ada puluhan tim yang mendaftar namun kita seleksi menjadi¬† 16 tim Dota 2 dan 17 tim PUBG,” tuturnya.

Sebagai salah satu Event Gaming Organizer, Mineski Indonesia memiliki komitmen untuk membesarkan e-sport di Indonesia namun menurut Richard, hal tersebut masih memiliki tantangan yang cukup berat bagi Indonesia.

“Meski sudah disupport oleh pemerintah, tapi masih banyak PR kedepannya yang harus dikembangkan supaya bisa menyamai e-sport di luar negeri. Perlu banyak yang ditingkatkan, terutama sih jaringan, ya, support internet,” kunci Richard.

Syamsi Nur Fadhila