MENIKMATI LIBURAN DI PARIS

Kezia Mauren, Owner Mdm Moiselle Beauty Studio

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR — Menara Eiffel di Paris menjadi jadi salah satu destinasi favorit wisaatawan dunia. Terletak di pinggir Sungai Seine, menara rancangan Gustave Eiffel itu tak pernah kehabisan pesona untuk menarik pengunjung. Dari pagi hingga tengah malam, selalu ada saja turis yang terlihat menghabiskan waktu, di sekitar kaki menara setinggi 324 meter itu.

Saat liburan Natal tahun 2018 lalu, Owner Mdm.Moiselle Beauty Studio & Chickenin Little Shihlin Makassar, Kezia Maureen Sugianto, menyempatkan diri berlibur ke Eropa, bersama anaknya tercinta. Negara yang dikunjungi yakni Belanda, Belgia dan Perancis.  Tujuan utamanya mengunjungi keluarga disana, sekalian reuni setelah 2 tahun tidak pernah berjumpa.

Tempat yang tentu tidak dilewatkan adalah mengunjungi Menara Menara Eiffel di Paris, Perancis. Merupakan objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara, maupun masyarakat lokal disana. Pada musim panas, tempat ini kerap juga dijadikan untuk berjemur bagi bule-bule disana. Banyak yang mengabadikan foto di lokasi ini, ada yang menjadikan Menara Eiffel sebagai simbol cinta.

“Eiffel bagus banget. Apalagi ada setiap jam pertunjukan, lampu kelap kelip 10 menit. Tapi karena saya mengunjungi pada saat kerusuhan, jadi harus lebih berhati-hati saja,” tutur Kezia.

Bila sudah berada di kota Paris, dan ingin ke lokasi Menara Eiffel, cukup mudah transportasinya. Wisatawan dapat menggunakan bus wisata yang atapnya terbuka, atau bila ingin cepat, dan tidak masalah dengan mengeluarkan kocek, dapat menggunakan Taksi. Kurang lebih 5 hingga 10 euro, tergantung jaraknya dekat atau jauh dari lokasi berangkat.

Setiba dilokasi Menara Eiffel, di pelataran bawahnya, wisatawan dapat melihat beberapa toko tempat berjualan makanan ringan dam es krim. Lalu didekat ke empat kaki dari menara ini, terdapat loket-loket untuk membeli tiket masuk ke atas Menara Eiffel.

“Bila kamu tidak mau antri untuk dapat naik ke menara ini, lebih baik jauh hari sudah membelinya via online. Karena bila kamu membeli tiket pada saat kamu datang, antrian sangat panjang, dapat menghabiskan waktu begitu saja,” saran Kezia.

Selama di Perancis, Kezia menginap di hotel yang lokasinya strategis. Harganya terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan harga lokal, kisaran Rp 2 juta oer-malam untuk kamar standart. Tentunya, budget bisa dihitung berbeda, tergantung penginapan dan jenis wisata yang ingin dikunjungi.

“Berlibur di Paris dengan harga lebih hemat bisa banget. Makanya rencanakan lebih awal sebelum berangkat. Wktu saya kesana mendadak, jadi dapat kereta harganya cukup mahal, sekitar Rp 3 juta pulang pergi. Padahal biasanya hanya Rp 2 juta pulang pergi per-orang,” ungkapnya. / Nur Rachmat