Setelah 10 Tahun, BM-SBj Kembali Pimpin Kabupaten Luwu

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah resmi melantik Pasangan Basmin Mattayang-Syukur Bijak, menjabat Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Luwu periode 2019-2023.

Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan dilakukan di Ruang Pleno Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (15/2/2019), yang turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan beberapa kepala daerah lain di Sulsel.

Sebelumnya, Basmin Mattayang telah menjabat sebagai Bupati Luwu pada periode 2004-2008, sementara Syukur Bijak pernah menjabat sebagai mantan Wakil Bupati Luwu periode 2008-2013.

Setelah kurang lebih 10 tahun, duo BM-SBj kembali memimpin Kabupaten Luwu. “Tidak ada yang luar biasa. Karena kita paham, yang namanya jabatan itu kalau bukan kita yang tinggalkan, dia yang tinggalkan kita,” kata Bupati Basmin.

Ia menuturkan, kembalinya Ia setelah 10 tahun lamanya, merupakan bentuk dukungan dari masyarakat Kabupaten Luwu. Untuk itu, ia akan mengupayakan memenuhi harapan-harapan yang telah diamanahkan masyarakat kepadanya.

“Selama 10 tahun ini saya gunakan santai saja dengan keluarga, tanpa ada beban sedikitpun. Alhamdulillah atas permintaan masyarakat, kita penuhi, kita kembali lagi, ternyata memang masyarakat masih bersatu untuk memberikan dukungannya kepada kita,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Syukur Bijak. “Ini bagian dari harapan masyarakat Kabupaten Luwu, yang mempertemukan kita kembali, disamping karena Allah SWT. Juga melihat harapan-harapan masyarakat Luwu, memang ada terselip kami berdua,  sehingga lahirlah keinginan untuk bersama dan berjuang. Alhamdulillah hari ini kita dilantik menjadi bupati dan wakil bupati kabupaten Luwu periode 2019-2023,” jelas Wabup Syukur.

Memiliki wilayah yang sedikit berbeda dengan wilayah daerah pada umumnya, membuat pasangan ini harus bekerja keras, agar semua masyarakat Kabupaten Luwu dapat merasakan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang sama, baik yang dekat dengan wilayah induk maupun yang terpisah.

“Disamping pembangunan infrastruktur, juga pelayanan pemerintahan. Karena kita punya wilayah ini berbeda dengan wilayah lainnya. Wilayah kita ini ada sebagian yang terpisah dari wilayah induk dan diantarai wilayah daerah otonomi Palopo, sehingga tidak ada alasan untuk tidak memenuhi harapan-harapan warga, untuk memberikan kedekatan pelayanan publik,” pungkasnya.

Syamsi Nur Fadhila