GERAKAN JURNALIS PEDULI BENCANA SULSEL BANTU KORBAN DI JENEPONTO

Gerakan Jurnalis Peduli Bencana Sulsel, saat memberikan bantuan kepada para korban di Kabupaten Jeneponto. / Foto: istimewa

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat, jumlah bencana pada Januari 2019 sebanyak 366 kejadian. Dari ratusan kejadian itu, longsor dan banjir di Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi bencana terbesar yang terjadi selama Januari. Selain itu, banjir dan longsor juga menimbulkan kerugian dan tingkat kerusakan yang terbesar.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, akibat bencana yang terjadi sepanjang Januari 2019, setidaknya 94 orang meninggal dan hilang. Angka tersebut meningkat pesat hingga 308,7 persen jika dibandingkan Januari 2018 lalu.

Sementara itu untuk korban luka-luka di Januari 2019 mencapai 149 orang, yang mana jumlah itu meningkat hingga 186 persen. Peningkatan yang sama juga terlihat di angka jumlah pengungsi yang mencapai 88 ribu orang di tahun ini.

Jumlah rumah dan fasilitas umum yang rusak akibat bencana sepanjang Januari mencapai 4.000 unit dan 148 unit. Jumlah tersebut juga mengalami peningkatan pesat hingga 59,7 persen untuk rumah rusak.

Menyikapi hal tersebut, sejumlah jurnalis yang selama ini aktif menjalankan tugasnya di Kota Makassar, merasa terpanggil untuk ikut ambil andil dalam membantu sekaligus ringankan beban dari korban bencana banjir di Sulsel. Mereka menggalang donasi, untuk diserahkan langsung di daerah yang terkena dampak dari bencana.

“Kami mengumpulkan donasi, baik berupa uang tunai maupun barang yang dibutuhkan oleh para korban di daerah yang terkena musibah bencana. Alhamdulillah banyak yang memberikan support terhadap gerakan sosial yang kami lakukan,” ujar Nur Rachmat, jurnalis dari Bisnis Sulawesi.

Hal tersebut diamini oleh Suriani Echal, jurnalis Makassar Terkini, yang setiap hari aktif mengumpulkan donasi tersebut. Menurutnya, bentuk donasi yang diberikan disesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan dari korban bencana.

Alasan memilih Kabupaten Jeneponto sebagai target  utama untuk menyalurkan bantuan, lanjut  Echa, karena berdasarkan informasi yang mereka dapatkan, daerah tersebut lah yang paling berdampak dari bencana yang menimpa beberapa daerah di Sulsel.

“Alhamdulillah, kami diterima dengan baik oleh para korban, saat kami membawa bantuan. Kami tentunya sangat berterima kasih kepada para donator, yang telah mempercayakan bantuannya melalui kami, untuk diberikan kepada para korban bencana,” tambah Dewi, jurnalis Harian Fajar. / Nur Rachmat