SEPANJANG 2018, EKONOMI SULSEL TUMBUH 7,07 PERSEN

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan merilis data pertumbuhan ekonomi Sulsel untuk tahun 2018.

Berdasarkan data yang dihimpun, perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), atas dasar harga berlaku tahun 2018 mencapai Rp 462,34 triliun, dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 309,24 triliun, sedangkan PDRB perkapita tercatat Rp 52,85 juta atau US $ 3.711,76.

Dari data tersebut, ekonomi Sulsel tahun 2018 tumbuh sebanyak 7,07 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tersebut didorong oleh semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 13,13 persen, disusul Penyedia Akomodasi sebesar 12,71 persen dan Infokom sebesar 11,99 persen.

Meski pertumbuhan semua lapangan usaha tersebut tergolong paling tinggi, nyatanya, kontribusi yang dihasilkan masih tergolong rendah.

“Kalau diliat dari ketiga lapangan usaha ini, kontribusinya masih kecil. Jasa lain 1,41 persen. Akomodasi juga sama, 1,41 persen. Infokom 4.39 persen. Meskipun tumbuh tinggi tapi kontribusi bagi perekonomian sulsel belum signifikan,” ungkap Didik Nursetyohadi, Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, BPS Sulsel, Rabu (6/2/2019).

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh 15,67 persen.

Pada Triwulan IV 2018, ekonomi Sulsel mengalami kontraksi sebesar 4,77 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya.

Didik menambahkan, dari sisi produksi hal ini disebabkan oleh efek musiman pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang mengalami kontraksi sebesar 24,07 persen.

“Sedangkan dari sisi pengeluaran disebabkan oleh komponen Ekspor yang tumbuh melambat pada level 0,64 persen, sedangkan Impor meningkat tajam hingga 82,34 persen,” pungkas Didik.

Syamsi Nur Fadhila