ASTRA MAKASSAR SALURKAN BANTUAN 270 JUTA, DITERIMA GUBERNUR SULSEL

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Astra Makassar menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Pemerintah Provinsi Sulsel, untuk bantuan korban bencana banjir dan tanah longsor di Sulsel, yang terjadi 22 Januari lalu.

Bantuan Astra senilai Rp 270 juta, dalam bentuk logistik dan diterima langsung simbolis oleh Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, untuk selanjutnya diserahkan ke daerah-daerah yang membutuhkan. Astra sendiri juga meminta saran dari gubernur untuk titik pendistibusian.

“Bantuan ini boleh kami terima. Nanti kami sebar ke lokasi. Kita kasih datanya, kita koordinasi dengan BPBD Sulsel. Seperti Jeneponto dan Gowa, tetapi kita cek dulu,” kata mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

Kepada para pimpinan perusahaan tersebut menjelaskan kondisi yang ada. Kerusakan yang terjadi disebabkan salah satunya alih fungsi lahan. “Harusnya kita care (peduli).  Cek Dam (Bili-bili) ini multi fungsi,” sebut NA.

“Total bantuan untuk bencana di Sulsel kita tahap awal itu Rp 270 juta. Kita belikan barang, seperti makanan dan kebutuhan jasmani lainnya, sudah kita belanja ke situ,” jelas Hilmi selaku Ketua Panitia Bantuan Bencana Astra.

Selanjutnya, di distribusikan ke posko-posko yang ada di Sulsel. Ke posko mana saja yang membutuhkan dan paling membutuhkan.

“Memang salah satu bentuk CSR kita di pusat ada namanya Nurani Astra, setiap ada bencana kita selalu tanggap memberikan bantuan, koordinasinya melalui group Astra,” jelasnya.

Ketua Astra Grup Makassar, Suhardi menjelaskan, bantuan tahap kedua akan dikondisikan berdasarkan dampak atau masih dibutuhkan.

Filosofinya, bermanfaat untuk bangsa. Astra sendiri berkomitmen dimana pun lingkungan terdekat kalau terjadi suatu bencana. Maka mereka melalui program CSR melakukan upaya pertolongan dan memberikan bantuan.

“Harapan kita pemerintah daerah selalu bergandengan dengan pelaku bisnis. Kita saling bersinergi antara pemerintah daerah, Astra dan masyarakat.  Kita berbisnis di sini harapan kami bisa bermanfaat dimana kami berada,” tuturnya.

Syamsi Nur Fadhila