PIMCAB BNI TANGGAPI DUGAAN OKNUM KARYAWAN GELAPKAN UANG NASABAH

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Pimpinan cabang (Pimcab) Bank Negara Indonesia (BNI) Makassar, Agus Suyono angkat bicara terkait laporan dugaan penyelewengan dana nasabah oleh oknum Kepala Kantor Kas BNI.

Menurutnya, persoalan ini merupakan masalah personal antara oknum terkait dengan nasabah. Dia menegaskan, BNI sebagai bank publik, menjamin keamanan dana nasabahnya.

“BNI sebagai bank publik, menjamin keamanan dana nasabah. Hal tersebut lebih merupakan masalah hubungan personal antara nasabah dengan pegawai bank. Kami juga tidak mentolerir tindakan pegawai bank yang tidak profesional, yang merugikan citra perusahaan,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (03/02/2019).

Disamping itu, kata Agus Suyono, pihaknya mendorong penyelesaian atas aduan pemberi somasi dengan penerima somasi dilakukan secara damai.

“Kami akan lakukan tindakan sesuai prosedur, untuk mendorong percepatan penyelesaian masalah ini,” tuturnya.

Berita terkait: OKNUM KARYAWAN BNI DIDUGA MENILAP UANG NASABAH

“Nasabah harus menjaga kerahasiaan dana dan transaksinya, dengan tidak menyerahkan buku tabungan, kartu ATM dan PIN kepada pihak lain, termasuk kepada pihak pegawai bank,” sambung Agus.

Untuk diketahui, salah satu nasabah BNI, Muhammad Syahlan Rahim melaporkan kehilangan dana tabungannya. Diduga ini akibat penyelewengan yang dilakukan salah satu pimpinan kantor kas BNI, yakni CB.

Sehari sebelumnya Syahlan mengaku sudah melakukan negosiasi dengan pihak BNI pada tanggal 7 Januari 2019 lalu. Akan tetapi, laporan itu tidak mendapat respon dari pihak BNI. Melalui kuasa hukumnya, Rezki Aziz, kliennya pun langsung mengambil langkah untuk memanggil tim audit independen, guna menyelidiki bukti transaksi keuangan dari tujuh rekening miliknya yang dipercayakan kepada CB.

“Tanggal 7 Januari 2019 hal tersebut telah dilaporkan pada BNI Cabang Utama Makassar, akan tetapi tidak ada penyelesaian yang signifikan, malah ada indikasi mutasi jabatan yang lebih lancar,” terang Rezki Aziz.

Sementara itu, Humas BNI Cabang Makassar, Alma menyatakan saat ini pihaknya telah melakukan investigasi. “Sementara diinvestigasi, tidak lama lagi mungkin sudah ada hasilnya,” singkatnya.

Komang Ayu