Tingkatkan Kompetensi Aparatur Pemerintah, Universitas Terbuka Berikan Solusi

Direktur Universitas Terbuka Makassar, Andi Sylvana, SE, M.Si

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR — Sebanyak 178 aparatur pemerintah yang merupakan aparat desa dan kecamatan se-Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mengikuti pengenalan tentang Universitas Terbuka (UT) Makassar.

Pengenalan dilakukan langsung oleh Direktur UT Makassar, Andi Sylvana, SE, M.Si, disela-sela kegiatan bimbingan teknis penerapan aplikasi Siskeudes versi 2.0 tahun 2019 bagi aparat desa dan aparat kecamatan se-Kabupaten Luwu Utara di Aula Hotel Grand Asia Makassar, Rabu (30/1).

Pengenalan kampus UT Makassar dilakukan untuk memberikan gambaran kepada aparat pemerintah (Aparat desa dan aparat kecamatan,) yang ingin mengembangkan kompetensi atau pengetahuan dengan melanjutkan jenjang pendidikan sesuai dengan tugas dan fungsi mereka sebagai aparatur pemerintah.

“UT diberikan amanah oleh Kementerian Desa untuk meningkatkan kompetensi aparat pemerintah. Nah, yang kami tahu di desa sebagian besar tugasnya pengelolaan keuangan desa, sehingga perlu skill dan pengetahuan lebih. Oleh karenanya, kami hadir disini dan menjadi salah satu alternatif bagi mereka yang ingin meningkatkan pengetahuan dengan melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi,” ungkap Direktur UT Makassar yang akrab disapa Anna.

Kegiatan itu juga dilakukan UT guna meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sekaligus peningkatan sumber daya manusia (SDM), penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Disebutkan Anna, di UT mahasiswa dituntut harus belajar mandiri dan UT merupakan satu-satunya kampus yang memiliki sistem itu. Bahkan UT didapuk oleh Menristekdikti untuk menjadi cyber university.

“kuliah di UT dituntut agar mahasiswa bisa belajar secara mandiri. Sehingga saat tamat nanti bisa menjadi lulusan yang berkompeten di bidangnya masing-masing,” sebutnya seraya menambahkan, UT juga menghadirkan program sertifikat. Di mana program sertifikat itu bisa memudahkan aparat desa dalam proses pembelajaran di bidang keuangan. / Komang Ayu