DATANGKAN CC, AKTIVITAS BONGKAR MUAT DI PANTOLOAN SEMAKIN LANCAR

BISNIS SULAWESI, PALU – PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mendatangkan 1 unit alat Container Crane, untuk ditempatkan di Pelabuhan Pantoloan di Palu, Sulawesi Tengah.

Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Farid Padang mengatakan, saat ini alat CC tersebut sudah tiba di Pelabuhan Pantoloan, dan siap dioperasikan untuk memperlancar aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan, yang sempat diterjang gelombang tsunami pada akhir September 2018 lalu.

“Dengan kedatangan 1 unit CC tersebut, total di Pantoloan saat ini ada 9 unit alat, yang beroperasi untuk aktivitas bongkar muat barang. Adapun 8 alat lainnya, 2 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dan 4 unit Reach Stacker (RS) 45 ton, 1 unit Forklift (FL) 32 ton dan 1 unit FL 7 ton,” jelas Farid.

Dia mengklaim, dengan kedatangan 1 unit CC di Pantoloan, aktivitas bongkar muat barang semakin lancar dan akan terus meningkat, dari yang biasanya hanya 7 box per jam menggunakan luffing crane, menjadi 23 box per jam, dengan CC milik sendiri sebagai pengganti CC kerja sama yang roboh saat gempa dan tsunami Palu.

Farid menyebutkan, kapasitas bongkar muat barang di pelabuhan tersebut mencapai 70.000 TEUs pada akhir 2018 lalu. Diestimasi, jumlah itu akan mengalami peningkatan sekitar 75.000 hingga 80.000 TEUs pada akhir tahun nanti.

Seperti diketahui, PT Pelindo IV mengakhiri tahun 2018 dengan menanam investasi sebesar Rp 73,88 miliar, untuk pembelian alat yang kemudian ditempatkan di beberapa pelabuhan kelolaan, yaitu Pantoloan, Gorontalo, Tarakan, Kendari, Sorong, Merauke dan Makassar New Port (MNP).

Dirut Pelindo IV mengatakan, akhir tahun lalu pihaknya telah membeli 10 unit alat RS, 5 unit Head Truck (HT), 2 unit Tronton, 1 unit Flat Bed, serta RTG dan Container Crane.

Farid menyebutkan, penambahan alat di sejumlah pelabuhan kelolaan, merupakan salah satu upaya pihaknya untuk terus meningkatkan pelayanan. Terlebih di Pelabuhan Pantoloan, yang saat ini pelayanannya semakin dipercepat, seiring bertambahnya alat untuk operasional pelabuhan.

“Dengan bertambahnya alat di sejumlah pelabuhan, tentunya pelayanan yang sudah ada bisa lebih ditingkatkan lagi, sehingga perekonomian khususnya di KTI akan semakin lancar,” tegasnya.

Dia menambahkan, khusus untuk Pelabuhan Pantoloan, kedatangan alat tersebut tentu akan mendongkrak aktivitas bongkar muat barang yang masuk melalui pelabuhan tersebut. Sehingga, para pengusaha tak perlu lagi mengirim barangnya ke wilayah Sulawesi Tengah melalui darat.

“Karena dengan total 6 alat yang telah beroperasi, ditambah dengan 1 unit CC yang telah tiba, aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Pantoloan akan semakin cepat,” ujarnya.

Adapun, investasi alat yang dilakukan pihaknya dalam rangka persiapan di tahun ini, yang akan menjadi tahun produktivitas bagi Pelindo IV.

“Tentunya selain infrastruktur, kami juga menyiapkan suprastruktur dalam mendukung Tol Laut di Indonesia Timur. Dimana, pada akhir 2018 lalu kami telah melakukan delivery beberapa alat penting untuk mendukung kecepatan pelayanan di lapangan penumpukan. Serta untuk peningkatan distribusi petikemas, terutama untuk receiving delivery petikemas yang masuk dan keluar pelabuhan,” tukas Farid.

Nur Rachmat