Masyarakat Perlu Memilih Instrumen Investasi yang Tepat

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Setiap orang, setiap keluarga memiliki rencana atau tujuan hidup ke depan. Seperti kebutuhan untuk memiliki rumah pribadi, kendaraan, hingga liburan dan lainnya. Nah, untuk mewujudkan rencana tersebut, tentu setiap orang wajib melakukan sesuatu. Salah satunya, memilih instrument investasi yang tepat. Hal tersebut diungkapkan Kepala BEI Makassar, Fahmin Amirullah kepada Bisnis Sulawesi, baru-baru ini.

Menurutnya, ini merupakan salah satu alasan yang paling sederhana, mengapa masyarakat perlu berinvestasi di bursa efek. Dimana, setiap orang memiliki rencana atau tujuan hidup, seperti keinginan memiliki kendaraan, rumah, liburan, wisata religi dan lain sebagainya.

“Untuk mewujudkan keinginan itu, butuh perencanaan dan haru­s dipersiapkan dengan matang dari sekarang,” ujarnya.

Dengan demikian kata Fahmin, setiap orang butuh instrument investasi yang tepat, yang returnnya    di atas inflasi. Ada beragam instrument investasi yang bisa dipilih, seperti Reksadana, Obligasi, Sukuk dan Saham.

“Kami beersyukur, setelah dengan intensif melakukan edukasi, minta masyarakat untuk berinvestasi di bursa efek terus meningkat,” sebutnya.

Ke depan, BEI Makassar tetap fokus untuk kegiatan edukasi. Bahkan, diperluas hingga ke luar daerah, dan merencanakan untuk kerjasama dengan desa. Tahun ini, BEI Makassar menargetkan penambahan 4.900 investor baru. Target ini sama dengan target 2018, kendati realisasi pada 2018 melampaui target.

“Target kami di 2018 mencapai 4.900 investor baru, dan realisasinya 4.930 investor baru,” tambahnya, seraya mengaku optimis, target 2019 kembali tercapai, dan kesadaran masyarakat seiring dengan peningkatan literasi melalui sosialisasi, akan berdampak juga ke inklusifnya.

Hingga akhir 2018 sebut Fahmin, BEI Makassar mencatat 15.730 SRE (Sub Rekening Efek atau rekening efek yang digunakan untuk me­nyimpan portfolio saham atas nama nasabah, yang dicatatkan pada KSEI) dan 13.598 SID (Single Investor Identification atau nomor tunggal identitas investor pasar modal indonesia, yang dicatatkan oleh KSEI). / Bali Putra