CUACA BURUK AKAN PENGARUHI INFLASI SULSEL

Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Dwityapoetra Soeyasa Besar, berbicara didepan awak media saat acara konferensi pers TPID Sulsel dan Kota Makassar di Kafe Batavia Phinisi Point Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar. / Foto: Masyudi Firmansyah

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) memproyeksi inflasi Sulsel pada Januari 2019 akan tetap tinggi. Untuk itu, BI Sulsel meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulsel untuk mewaspadai beberapa faktor penyebab inflasi, salah satunya cuaca buruk.

Direktur BI Sulsel Dwityapoetra Soeyasa Besar mengatakan, awal tahun ini, pihaknya memprediksi inflasi Sulsel berkisar pada 0,5 hingga 1 persen pada Januari 2019 nanti.

Masih tingginya inflasi Sulsel, menurutnya, tidak lepas dari masih tingginya tarif angkutan udara. Selain itu, cuaca ekstrem juga akan berdampak pada kenaikan harga ikan laut.

Selain itu, faktor nilai tukar rupiah juga patut menjadi perhatian TPID. Pasalnya, jika dolar mengalami penguatan, sejumlah komoditas yang di impor akan mengalami kenaikan.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Sulsel,  Since Erna Lamba mengaku, demi menjaga inflasi Sulsel, Pemprov Sulsel berusaha agar terciptanya sinergitas dalam produksi dan suplai barang. Jika inflasi Sulsel tetap terjaga, maka perekonomian juga akan tetap stabil. / Komang Ayu