BONYOQU MAMPU PRODUKSI SNACK JAGUNG 100 POUCH PERHARI

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR —  Siapa yang punya hobi ngemil? Ngemil merupakan salah satu aktivitas yang sulit untuk ditinggalkan. Bukan hanya dapat menunda lapar, tetapi juga mengurangi tingkat stres. Salah satu camilan yang lezat, tetapi juga bergizi adalah jagung maerning.

Camilan ini sangat bergizi, karena tinggi akan protein. Kandungan karbohidrat di dalamnya pun akan membuat orang yang mencicipi tidak mudah lapar. Kelezatannya juga tak perlu diragukan lagi.

Salah satu brand camilan jagung marning yang cukup ternama yakni Bonyoqu, yang diproduksi oleh PT HMZ, Usaha Kecil Menengah (UKM) binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel. “Produk camilan jagung kami sudah tersertifikasi halal oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) ini sejak Juli 2017 lalu,” ujar Aisyah Humaerah, owner Bonyoqu.
Apabila jajanan dari jagung marning lain biasanya hanya terdiri dari rasa asin saja, Bonyoqu menyediakan varian rasa bermacam-macam dan terbilang unik, seperti rasa original, cheese sampai barbeque. Meskipun tergolong makanan tradisional, tapi citarasanya sesuai dengan selera kaum milenial saat ini.

Bukan hanya itu, tambah Aisyah, kemasannya pun dibuat lebih menarik, tidak kalah dengan produk makanan ringan pada umumnya. Itu membuat Bonyoqu mudah
dibawa kemana-mana, dan menjadi pilihan baru untuk para wisatawan saat ingin membeli oleh-oleh khas Makassar.
Menurut Aisyah, usahanya ini hingga sekarang, sudah bisa mempekerjakan karyawan sebanyak empat. Mereka mampu memproduksi 100 pouch/bowls setiap harinya, untuk dipasarkan ke konsumen.
“Produk kami dijual secara online maupun melalui distributor. Kami juga punya reseller. Selain Makassar dan beberapa daerah di Sulsel, produk kami juga sudah dipasarkan sampai ke Medan, Bandung, Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Malang, Pasuruan dan Bogor,” ungkap Aisyah.

Selain penjualan langsung dan melalui reseller, Bonyoqu juga sudah dipasarkan di beberapa retail modern di kota Makassar, seperti Giant, Hero, dan beberapa outlet toko makanan dan oleh-oleh, seperti Satu sama dan Roti Daeng.
Diakui Aisyah, perkembangan usahanya tersebut tidak terlepas dari bantuan dan pembinaan yang diberikan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel maupun Kota Makassar.
“Kami difasilitasi oleh Dinas Koperasi Sulsel, agar produk kami bisa mendapat sertifikasi halal dari LPPOM MUI. Alhamdulillah itu sudah dapat, tinggal tunggu penyerahan sertifikatnya. Selain itu, ada juga support materi tentang halal dan lain sebagainya, yang memang sangat berguna untuk pengembangan usaha kami,” tutupnya./Komang Ayu