SEPERTI APA RESOLUSI 2019 VERSI WAKIL WALIKOTA MAKASSAR

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR —   Dikenal sebagai politisi muda, Dr.H. Syamsu Rizal MI, S.Sos, M.Si saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Makassar sejak 8 Mei 2014, bersama dengan Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.
Bapak yang akrab disapa Deng Ical ini juga diketahui acap kali terjun dalam aksi kemasyarakatan. Sehingga image tokoh kemanusiaan juga melekat dalam karakternya. Ia merupakan aktivis dengan pengalaman di organisasi mahasiswa, kepemudaan, profesi serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Saat ini suami dari Mellia Fersini, SE ini juga aktif sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar.

Hal yang unik dari statusnya sebagai seorang Kepala daerah, Deng Ical yang mengaku lahir dari keluarga sangat biasa-biasa saja, tidak pernah bermimpi menjadi Wakil Wali Kota Makassar. Terinspirasi dari Ayahnya, (Drs Marzuki Ibrahim) yang sering memberikan ceramah agama, cita-cita awal Deng Ical adalah menjadi seorang Ustaz, kemudian Insinyur, wartawan dan terakhir, dia bercita-cita menjadi seorang Guru.
Bagaimana resolusi 2019 versi sang Wakil Walikota Makassar? Menurutnya, tahun 2019 merupakan sebuah harapan sekaligus tahun yang sangat berkesan. Itu karena tahun ini merupakan masa akhir jabatannya bersama Wali Kota Makassar, memimpin kota daeng.
“Dalam konteks ekonomi makro sudah cukup maju, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 8.44%, pendapatan perkapita yang menembus di atas Rp 100 juta per-tahun. HDI dan Indeks kebahagiaan yang cukup membanggakan,” ujarnya.
Di balik berbagai kemajuan yang telah diraih, politisi Partai Golkar ini menganggap semua prestasi itu milik bersama, pemerintah (eksekutif dan legislatif), masyarakat, serta pangusaha dan semua komponen masyarakat Makassar. Sebagai Wakil Walikota Makassar, Ia pun menyampaikan penghargaan dan ungkapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan kepadanya.

Di balik keberhasilan tersebut, tentu masih cukup banyak masalah yang belum terselesaikan. Seperti kemacetan, sampah, pengangguran, keamanan, dan banyak lagi masalah yang mesti diselesaikan bersama. Pihaknya selalu menyampaikan, salah satu clue pendekatan pembangunan Kota Makassar yakni sombere’ dan smart city. Semua masyarakat memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dan strategis. Sama pentingnya dengan porsi dan pada level berbeda.
“Untuk menghindari hal-hal yang kita tidak inginkan, termasuk terhadp maraknya bencana yang terjadi di seluruh Indonesia, maka kami mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk segera mengambil peran, dan berpartisipasi dalam menyiapkan konsep dan porsi partisipasi. Termasuk dalam antisipasi dan penanggulangan bencana,” tutur Deng Ical. /Nur Rachmat