TUTUP TAHUN, ESDM DAN PERTAMINA RAMPUNGKAN KONVERTER KIT NELAYAN SULAWESI

BISNIS SULAWESI, MAKASSAR – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi melaksanakan penugasan dari Kementerian ESDM, untuk program konversi BBM ke gas LPG. Tahun 2018, sesuai target telah didistribusikan 10.401 paket konverter kit kepada nelayan kecil di Sulawesi.

Djoko Siswanto, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerangkan, program bantuan energi ini merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian ESDM, untuk mencapai Ketahanan Energi Nasional.

“Dengan konverter kit ini, memberikan manfaat langsung kepada nelayan kecil, berupa penghematan biaya melaut sampai dengan Rp 50.000,- per hari. Sehingga membantu kesejahteraan nelayan,” tutur Djoko.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M. Roby Hervindo menjelaskan, paket konverter kit terakhir di 2018, dibagikan pada nelayan di Bulukumba. “Nelayan Bulukumba mendapat 900 paket konverter kit yang diserahkan pada Desember 2018,” jelasnya.

Total 14 titik kota/kabupaten yang tersebar diseluruh wilayah Sulawesi, menerima program konversi BBM ke elpiji, yang diperuntukkan bagi nelayan kecil. Di Provinsi Sulawesi Selatan, nelayan Bone menerima 947 paket, Bulukumba 900 paket, Jeneponto 1.000 paket, Selayar 1.261 paket, Sinjai 253 paket, Takalar 953 paket dan Wajo 582 paket.

Provinsi Gorontalo khususnya Boalemo memperoleh 700 paket, Bone Bolango 500 paket, Gorontalo Utara 800 paket dan Pohuwatu 798 paket. Nelayan di Banggai, Sulawesi Tengah menerima 563 paket. Adapun nelayan di Sulawesi Utara khususnya Manado dan Minahasa Utara, masing-masing menerima 144 paket dan 1.000 paket.

Sementara itu, Pertamina MOR VII mencatat realisasi kebutuhan elpiji 3 kg di wilayah Sulawesi pada tahun 2018 mencapai  457.770 Metrik Ton (MT) atau sekitar 152,5 juta tabung. Realisasi ini melebihi kuota yang diamanatkan pemerintah yaitu sebesar 453.410 MT atau sebanyak 151,1 juta tabung.

“Kami berharap di tahun 2019 ini, Pertamina bersama masyarakat, Pemda dan aparat dapat bersama-sama meningkatkan pengawasan dan pengendalian konsumsi elpiji subsidi 3 kg. Sehingga lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah,” ujar Roby.