Sambut Natal, PHI Ibadah dan Makan Bersama Tahanan Lapas Kelas I Makassar

26

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Phinisi Hospitality Indonesia (PHI) terus berupaya untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, salah satunya turut serta merayakan Hari Besar Umat Kristiani. Tahun ini, perayaan tersebut digelar secara bertahap dengan mengunjungi beberapa gereja di Kota Makassar.

Minggu pertama menyambut hari Raya Natal, PHI menggelar bersih gereja di Gereja Katolik ST Simon Petrus. Sementara, minggu kedua, Sabtu (14/12/2018), PHI menggelar kunjungan sekaligus beribadah, dan makan bersama tahanan di Gereja Jemaat Philipi Lapas I Makassar, Jl Sultan Alauddin Makassar.

CEO Phinisi Hospitality, Anggiat Sinaga, CDO Phinisi Hospitality, Andre Prasetyo Tanta bersama Sekitar 200 karyawan PHI grup dan puluhan tahanan lapas yang beragama Kristiani tampak khidmat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Gereja.

“Tempat ini hanyalah persinggahan, nantinya kita akan dibentuk menjadi pribadi lebih baik.Jadi, saudara-saudara yang sedang berada di tempat ini,saya yakin setelah melalui proses di tempat ini, tidak akan lagi melakukan kesalahan yang sama,” kata Anggiat dihadapan karyawan grup PHI dan jemaat Lapas Kelas I Makassar.

Tak hanya itu, Ia juga menyampaikan rasa harunya terhadap antusias para karyawan dan jajaran manajemen yang senantiasi berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial yang digelar PHI.

“Semoga kita semua mendapatkan pahala dari apa yang kita lakukan hari ini dan mudah-mudahan menjadikan kita masuk manusia yang ditempatkan di surga Aamiin,” tambah Anggiat yang juga General Manager Claro Hotel Makassar.

Selain menggelar ibadah dan makan bersama, PHI juga menyerahkan bantuan berupa bahan bangunan dan beberapa peralatan kebersihan, serta pembelian kerajinan tangan yang dibuat tahanan Lapas Kelas I Makassar seperti tempat tissue, bingkai foto, dan berbagai kerajinan tangan lainnya.

Sementara itu, CDO Phinisi Hospitality, Andre Tanta yang akrab disapa APT mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari cara PHI mewujudkan bentuk toleransi dan kebersamaan dalam keragaman.

“Kita semua ada disini tanpa dibatasi sekat agama dan kepentingan pribadi. Ini adalah ciri dari masyarakat yang memiliki ketulusan dan kemampuan untuk membuka diri terhadap perbedaan,” tutur APT.

Melalui kegiatan sosial seperti ini, APT berharap manajemen PHI beserta semua elemen yang ada didalamnya agar kerukunan dan kebersamaan antar umat beragama akan semakin kokoh dan dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat luas. / Komang Ayu