BI Dukung Pembangunan Nasional melalui Kontribusi Ekonomi

40
Kepala BI Sulsel, Bambang Kusmiarso, saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Hotel Claro Makassar / Foto: Masyudi Firmansyah

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Pembangunan nasional memerlukan dukungan dari berbagai aspek, termasuk dukungan dari ekonomi dan keuangan syariah, melalui pembiayaan dan pasar keuangan syariah. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kontribusi pembiayaan dan pasar keuangan syariah mengalami peningkatan.

Pembiayaan syariah tidak hanya bersumber dari pembiayaan sindikasi perbankan syariah, untuk pembangunan infrastruktur dan pembiayaan sosial dari dana haji, untuk kemaslahatan umat. Namun juga bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara dan Sukuk korporasi, untuk membiayai proyek pemerintah.

Sementara dari sisi pasar keuangan syariah, diwujudkan melalui transaksi hedging syariah dan repo  syariah, yang secara lebih aktif dilakukan perbankan syariah. Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto, dalam seminar Kontribusi Pembiayaan dan Pasar Keuangan Syariah pada Pembangunan Nasional” ISEF 2018 (11/12).

Perkembangan pasar keuangan syariah ditunjukkan, dengan meningkatnya total akumulasi penerbitan Sukuk Korporasi, yang sebelumnya tercatat Rp 20,4 triliun pada tahun 2016, menjadi Rp35,6 triliun pada Oktober 2018.

Sementara rata-rata transaksi di pasar uang syariah tahun 2016 masih Rp 780 miliar. Namun rata-rata Januari – Oktober 2018 telah menjadi Rp 947 miliar. Selain itu, sindikasi pembiayaan perbankan syariah telah dilakukan di beberapa proyek, antara lain proyek kelistrikan senilai Rp 4 triliun, proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo senilai Rp1,3 triliun, Pemalang-Batang senilai Rp400 miliar serta penyaluran manfaat sosial dana haji kepada UKM senilai kurang lebih Rp50 miliar.

Hal ini dapat terwujud berkat upaya dan kerjasama yang erat berbagai pihak, yang melibatkan Bank Indonesia, OJK, Kementerian Keuangan, Kementerian Agama dan Badan Pengelola Keuangan Haji, serta pelaku pasar keuangan syariah utamanya perbankan syariah dan asosiasi pasar keuangan syariah. / Komang Ayu