SAMBUT HJK KE-73, WARGA KODAM HASANUDDIN GELAR DOA BERSAMA

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur menyambut peringatan Hari Juang Kartika (HJK) ke-73 tahun 2018, yang jatuh pada hari Sabtu 15 Desember 2018 mendatang. Warga Kodam XIV/Hasanuddin menggelar kegiatan doa bersama, yang digelar di tiga lokasi tempat Ibadah seputaran kota Makassar, Kamis (13/14).

Doa bersama warga Kodam tersebut, digelar seraya memanjatkan doa agar para pendahulu dan senior senantiasa mendapat lindungan Tuhan Yang Maha Esa, atas perjuangan dan pengorbanannya dalam merebut kemerdekaan Indonesia, serta memohon ridho dan lindungan-Nya dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Pelaksanaan doa bersama yang digelar umat Islam dipusatkan di Masjid Sultan Hasanuddin Makodam, dihadiri kurang lebih 865 orang termasuk diantaranya Pangdam Mayjen TNI Surawahadi, S.I.P., M.Si, Kasdam Brigjen TNI Budi Sulistijono dan para pejabat teras Kodam XIV/Hasanuddin yang beragama Islam, serta Ustad Habib Husain Al Hamid yang juga memimpin jalannya doa bersama.

Selanjut, umat Kristen terpusat di GPIB Mangamaseang Panaikang dihadiri kurang lebih 380 orang, tertua Wakabintaldam Letkol Arh Darius Allo Tangko. Sedangkan untuk umat Hindu terpusat di Pura Girinata Jl. Perintis Kemerdekaan, dihadiri 108 orang gabungan TNI dan masyarakat, tertua Kolonel Ckm Made Mahardika Kàrumkit tingkat II Pelàmonia Kesdam Hasanuddin.

Disela-sela pelaksanaan doa bersama di Masjid Sultan Hasanuddin, Pangdam Mayjen TNI Surawahadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Juang Kartika, hendaknya seluruh prajurit Kodam Hasanuddin dapat menjadikan sebagai wahana untuk melakukan intropeksi dan renungan sekaligus menjadi motivasi, untuk menuju arah yang lebih baik dan dapat melaksanakan tugas pokoknya demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia tercinta.

“Sebagai generasi penerus perjuangan bangsa dan pilar kekuatan negara, kita patut meneladani sikap para pejuang terdahulu dan harus berkomitmen untuk terus menjaga dan menegakkan keutuhan NKRI, dengan asumsi bahwa NKRI sudah harga mati,” tegas Pangdam Hasanuddin.