TARIF PESAWAT TERBANG PEMICU INFLASI DI SULSEL

Penumpang bergegas menaiki pesawat yang akan segara take off.

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR —  Jelang akhir tahun, tarif angkutan udara mengalami kenaikan indeks harga konsumen (IHK) tertinggi, yaitu pada kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi, dan keuangan sebesar 1,18 persen.

Komoditas yang mengambil andil tertinggi sebagai penyumbang inflasi Sulsel pada November 2018 adalah tarif angkutan udara. Diikuti beberapa komoditas bahan pokok lainnya.
Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah mengatakan, pada November 2018, Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,28 persen, dengan IHK mencapai 134,73. “Tarif angkutan udara ini mengalami kenaikan harga tertinggi, sebagai penyumbang tertinggi inflasi Sulsel yang terjadi November 2018,” ujarnya.

Dari lima daerah di Sulsel, empat di antaranya mengalami inflasi, yaitu Bulukumba, Watampone, Palopo dan Makassar. Sementara, satu kota lainnya Parepare, mengalami deflasi.
Kelompok pengeluaran kedua yang mengalami kenaikan IHK adalah kesehatan 0,30 persen, sandang sebesar 0,17 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,14 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,10 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,07 persen.
Menanggapi hal tersebut, Vice President Region IV Kalimantan, Sulawesi, Papua, T.B Irvan Farhan, Garuda Indonesia mengatakan, untuk akhir tahun Garuda Indonesia proyeksinya tumbuh positif. Setiap akhir tahun, traffic penerbangan selalu bertambah. Khusus untuk Makassar, Garuda Indonesia menambah dua ekstra flight, untuk menampung permintaan yang cukup tinggi. /Komang Ayu