MOMEN TAHUN BARU PELUANG RAUP UNTUNG

15
Dr. Anas Iswanto Anwar Makkatutu SE, MA -- Pengamat Ekonomi Universitas Hasanuddin

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Liburan Natal dan Tahun Baru merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat, untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, dengan berlibur ke tempat rekreasi, kunjungan ke relasi, maupun berbelanja untuk memenuhi kebutuhan menyambut hari besar di akhir tahun.

Berbagai tempat wisata maupun pusat perbelanjaan menggunakan kesempatan baik ini, dengan menyiapkan berbagai kegiatan dan program promosi yang menarik,  dalam rangka memaksimalkan hasil penjualan.

Setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam memaknai setiap pergantian tahun. Tahun baru biasanya merupakan momentum, yang tepat digunakan untuk melihat pencapain yang didapat pada tahun sebelumnya.

Sebagian orang beranggapan, tahun baru mempunyai banyak peluang dan kesempatan, dengan begitu mereka membuat perencanaan dan target yang akan di lakukannya. Ada juga yang memandang tahun baru sesuatu hal yang biasa saja, dan tidak perlu dianggap spesial. Namun yang penting ialah bagaimana kita bisa memaknai moment pergantian tahun ini, dengan berpikir positif dan berusaha lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Perayaan tahun baru juga menjadi momen buat para pelaku usaha, yang ingin meraup untung yang sangat besar di momen tersebut. Diantaranya hotel, restoran, dan usaha lainnya. Bahkan, ada yang baru membuka sebuah usaha khusus di malam puncak perayaan. Itu berarti peluang untuk mencari uang sangat besar di momen tersebut.

Hal yang seperti inilah yang di tunggu para pengusaha untuk menaikkan omzetnya di akhir tahun. Tentu dengan mengeluarkan harga khusus, sampai diskon besar-besaran. Dan hampir semua laku terjual di malam perayaan tahun baru, mulai dari kembang api, kuliner, dan hotel.

Momen menyambut tahun baru memang masih sering di lakukan oleh masyarakat yang ada kota Makassar. Mulai dari berdoa bersama, pesta kembang api dan lainnya. Yang terpenting ialah jangan lakukan momen perayaan itu, dengan kegiatan negatif, yang akan merugikan diri sendiri.

Penulis: Dr Anas Iswanto Anwar Makkatutu SE, MA — Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin