MENIKMATI KEINDAHAN ALAM LOKASI SYUTING FILM EAT, PRAY, LOVE

19

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Sebuah film Hollywood yang dibintangi aktris legendaris Julia Roberts dan Christine Hakim, berjudul “Eat, Pray, Love” menjadikan Ubud Bali sebagai salah satu lokasi syuting. Ini merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap eksistensi wisata di Indonesia, khususnya Ubud di Bali, sebagai salah satu tempat wisata paling menarik yang dikunjungi.

Beberapa waktu lalu Owner Apple Pie, Rizka Amiyati, mengunjungi tempat tersebut. Terletak di Kabupaten Gianyar, kawasan wisata Ubud Bali memang telah dikenal sejak lama di kalangan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Secara administratif, Ubud merupakan sebuah kecamatan di Bali, yang terhimpun dari 13 banjar yang membawahi 6 desa adat. Topografi wilayah Ubud pada umumnya dikelilingi persawahan serta hutan-hutan yang diapit oleh jurang dan sungai. Bahkan beberapa tahun lalu muncul rumor, jika film populer The Avangers juga mengambil beberapa scene di Ubud Bali.

Desa Ubud dari airport Denpasar, berjarak kurang lebih 40 kilometer. Jika menggunakan mobil dapat ditempuh selama satu setengah jam. Taman Wanara Wana menjadi kunjungan yang tidak dilewatkan Rizka saat ke Ubud.

Berasal dari bahasa Sanskerta, Wanara berarti kera dan Wana berarti hutan. Wisatawan mancanegara mengenalnya dengan sebutan “Monkey Forest”. Inilah hutan kecil yang menjadi habitat ratusan spesies kera di Ubud sejak ratusan tahun lalu. Secara umum, hewan kera di tempat ini jinak, sehingga wisatawan dapat memberinya makanan jika suka.

Kearifan lokal menyebut hutan ini sebagai sebuah hutan yang sakral. Di kawasan hutan terdapat tiga pura kuno yang dapat dikunjungi, yakni Pura Dalem Padangtegal, Pura Pemanduan Suci, dan Nista Mandala. Hutan ini adalah sebuah Makam Desa, tempat di mana dapat disaksikan secara langsung upacara Ngaben, yang menjadi ciri khas Pulau Bali.

Selain alam, Ubud juga terkenal karena seni dan budaya Bali, dan sangat berkembang dari tahun ketahun. Sebagian masyarakat Ubud, kehidupan sehari-hari mereka tidak lepas dari unsur seni dan budaya. Juga sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai seniman, baik lukis, kerajinan tangan ataupun tari.

Bagi wisatawan yang senang mencari galeri-galeri seni, maka wajib datang ke Ubud. Karena di sini terdapat banyak galeri seni, serta pementasan seni. Sewaktu ke Ubud, tempat yang paling pertama dicari Rizka adalah Pasar Seni Ubud. Tempat ini sebenarnya pasar tradisional biasa, yang lazim ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Tetapi, ketika waktu telah beranjak melewati tengah hari, maka wisatawan akan menemukan banyak kerajinan kesenian di pasar ini. / Nur Rachmat