NIKMATNYA AYAM GORENG CEPAT SAJI ALA KELUARGA ANANG – ASHANTY

Karyawan Ayam Asix, memperlihatkan salah satu menu ayam krispi yang menjadi favorit pelanggan. / Foto: Masyudi Firmansyah

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Selama ini, ayam goreng cepat saji mayoritas sudah dikuasai oleh beberapa brand ternama luar negeri. Meskipun beberapa brand lokal sudah mencoba menyasar pasar yang sama, tapi belum bisa mengalihkan selera pecinta kuliner di Indonesia.

Hal ini lah yang menjadi motivasi dari keluarga Keluarga Asix (Anang, Ashanti Aurel, Azriel, Arsy dan Arsya), untuk membuat sebuah brand lokal makanan ayam goreng cepat saji, yang mampu bersaing dengan brand luar negeri yang sudah ada sebelumnya.

“Ide awalnya karena ayam crispy ini adalah kesukaan keluarga. Kami biasa beli di luar, akhirnya kenapa enggak bikin sendiri yang khas dengan Indonesia, yang bumbunya macam-macam. Akhirnya kami putuskan buka restoran cepat saji. Ayam cocol Asix,” ujar Ashanty, saat membuka outlet-nya yang ketiga di Jalan Penghibur Pantai Losari Makassar.

Soal menu, restoran ini tawarkan ayam goreng tepung atau fried chicken, yang disajikan bersama bumbu cocolan. Ada 6 nama pilihan menu yang mewakili masing-masing anggota keluarga Asix.

Keenamnya adalah Anang Chick Thaisauce, Ash Chick Sambal Matah, Loly Chick Cocol Original, Jielly Chick Salted Egg, Acio Chick Chizmelt dan Achabi Kidsmeal. Ayam Asix memiliki Tagline “Ada Cinta Di Setiap Rasa” yang bermakna di setiap resep menu masakan ini, dibuat dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang dari bunda Ashanty untuk suami dan anak-anaknya.

Tepung ayam gorengnya berwarna cokelat kemerahan. Dari penampilannya terlihat berbeda dari fried chicken terjangkau, yang sudah banyak di pasaran sebelumnya. Lapisan tepungnya renyah, ada sedikit rasa pedas yang samar saat melahap ayam ini, meski tanpa cocolan. Daging ayamnya empuk dan kering, tanpa jejak minyak bekas menggoreng.

Soal bumbu cocolan, sambal matah mengeluarkan aroma harum yang sedap. Meski tempat penyajiannya mungil, isian sambal ini padat. Terlihat irisan kasar bawang merah, cabai rawit, dan daun jeruk paling dominan. Wangi segar juga turut tercium dari pemakaian air jeruk limau.

“Kalau urusan rasa aku agak bawel, aku enggak mau pelanggan kecewa. Ayamnya juga bukan suntikan, kami selektif banget untuk bahan baku dan lain-lain,” tutur Ashanty.

Loly Chick Cocol Original menghadirkan bumbu cocol mirip sambal korek. Irisan cabai rawit merah dan bawang putih begitu royal dengan rendaman minyak. Rasa pedasnya juga lebih nendang dan kuat, dibanding cocolan sambal matah. Sangat pas untuk penggila pedas.

Sedangkan Jielly Chick Salted Egg tidak menggunakan bumbu cocolan tradisional, melainkan saus telur asin yang tren awalnya dari negeri Singa. Warna saus telur asinnya kuning muda, dengan tekstur cukup kental. Nampak jejak bulir kasar dari kuning telur asin. Rasanya gurih ringan cenderung manis. / Nur Rachmat