Portofolio Kredit UKM dan KPR Bank Danamon Terus Tumbuh

24

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — PT Bank Danamon Indonesia (Tbk) mengumumkan laporan keuangan untuk sembilan bulan pertama tahun 2018. Kamis 15/11/2018. Di Restora Cobek-cobek Makassar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Regional Head Sulampua Hengky Tanring, Regional SME Head Tjiang Hendrik, Regional Consumer Lending Head Herman Djafar dan Regional Marketing Head Muh. Suardi Husain.

Kredit untuk segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan consumer mortgage (Kredit Pemilikan Rumah atau KPR) terus bertumbuh, sementara pembiayaan kendaraan bermotor mulai membukukan pertumbuhan double digit dibandingkan setahun sebelumnya. Struktur pendanaan Bank juga terus membaik, tercermin oleh komposisi Giro dan Tabungan (CASA) yang mencakup hampir dari setengah komposisi total pendanaan Bank Danamon.

“Salah satu inisiatif strategis kami adalah meningkatkan layanan digital, dimana hal ini juga telah dibuktikan melalui penghargaan dari institusi lokal maupun internasional terkemuka. Bank Danamon baru saja dinobatkan menjadi Best Digital Bank Indonesia dua kali berturut-turut oleh majalah Asiamoney. Di tingkat nasional, kami meraih penghargaan Best Bank in Digital Service dari Tempo Media Group. Pengakuan ini menunjukkan tingkat standar layanan kami kepada nasabah, dengan dukungan praktek terbaik dan inovasi teknologi terkini,” kata Regional Head Sulampua, Hengky Tanring.

Laba bersih setelah pajak (NPAT) Bank Danamon di sembilan bulan pertama tahun 2018 berada pada posisi stabil dibandingkan dengan setahun sebelumnya sebesar Rp 3 triliun.

Sementara itu, Pertumbuhan Dua Digit di Pembiayaan Kendaraan Bermotor Sampai dengan kuartal ketiga tahun 2018, total portofolio kredit dan Trade Finance Bank Danamon tumbuh 6% menjadi Rp 134,3 triliun, dibandingkan Rp 126,9 triliun pada periode yang sama tahun 2017.

Kredit di segmen Perbankan UKM tumbuh 11% menjadi Rp 30,5 triliun, sementara kredit KPR tumbuh 35% menjadi Rp 7,3 triliun.

Dalam hal pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 12% secara setahunan menjadi Rp 49,7 triliun pada akhir bulan September 2018. Pertumbuhan double digit ini didorong oleh pembiayaan baru yang tumbuh 14,8% untuk roda dua dan 22% untuk roda empat dari tahun sebelumnya. Hal ini kontras dengan kondisi pada periode yang sama tahun 2017, dimana pembiayaan baru untuk kendaraan roda dua turun 16% dan roda empat stagnan.

“Di luar pembiayaan mikro, total portofolio kredit dan Trade Finance tumbuh 10% menjadi Rp 131,1 triliun.” tuturnya / Komang Ayu