ANDI FATHURRAHMAN DAN ALIFKA JUARA PIPO HUNT 2018

21

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR —   Setahun hadir di Kota Makassar, Phinisi Point menganggap perlu untuk mencari brand ambassador, sebagai penguat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Makassar. Selama 3 bulan fokus mencari kandidat terbaik, ajang kopetisi yang diberi nama Pipo Hunt 2018 ini berhasil mengumpulkan 40 orang peserta, dari ratusan pendaftar.

General Manager Phinisi Point, Anggraini mengatakan, seluruh peserta yang terpilih diharapkan bisa berkontribusi untuk Phinisi Point, baik dalam segi publikasi dan informasi, maupun menjaga citra mal di mata masyarakat, sebagaimana fungsi utama seorang brand ambassador.
Para peserta grand final Pipo Hunt, masing-masing 6 orang pria dan wanita dinilai olej 5 orang dewan juri yang ahli dibidangnya. Seperti Ketua APPMI Ida Noer Haris, Kepala Bidang TVRI Sulsel Nurdiah Tama, Artis Ibukota Maharani, Miss Indonesia Sulsel 2018 Fadila Septari, Coorporate HRM Phinisi Hospitality Indonesia Dito, Dewan Pembina Federasi Fotografi Sulsel Dee Dasysyara, dan GM Phinisi Point Anggraini.

Setelah melalui seleksi yang sangat ketat, dewan juri memutuskan Andi Faturrahman dan Alifka sebagai juara pertama dari ajang Pipo Hunt 2018. Kemudian disusul Ferly dan Cindy Aurelia merebut juara 2, serta Febrian dan Gaby mendapatkan gelar juara 3. Selain itu, juga dipilih talent terbaik Andi Faturrahman bersama Azaria Claresta.

Kompetisi Pipo Hunt 2018 pendaftarannya dibuka mulai tanggal 15 Agustus sampai 14 Oktober. Untuk aktivitasnya dimulai 24 sampai 28 Oktober 2018. Program ini, menurut Anggraini, menyasar pria dan wanita berusia 16 hingga 27 tahun. Para kandidat PIPO Hunt, nantinya tidak hanya diseleksi melalui tampilan fisik semata, tapi juga dari kepribadian, pola pikir, wawasan, serta cara berkomunikasi mereka, baik di dalam grup internal maupun eksternal grup Phinisi Hospitality.
“Dari PIPO Hunt kita akan mengakui bahwa cantik bukanlah segalanya. Butuh kecerdasan, etika, wawasan, dan kemampuan yang lebih sebagai pendukung dari kecantikan tersebut. Kalau cantik saja, untuk apa,” tuturnya./Nur Rachmat