PERBANKAN SIAP SUKSESKAN 100 PERSEN PENERAPAN UNIK DI JALAN TOL

21
Suasana pengerjaan jalan Tol Layang yang di bangun sepanjang jalan A.P Pettarani Makassar. / Foto: Masyudi Firmansyah

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Pembayaran menggunakan uang elektronik (UNIK) di semua gerbang tol Makassar, akan efektif berlaku 10 November mendatang. Meski demikian, hingga kini pengguna UNIK di jalan tol masih berada diangka 56%.

Sisanya sekitar 44% pengguna jalan tol, masih memilih melakukan antrian hingga 0,5 kilometer. Itu karena kebiasaan melakukan transaksi tunai, daripada perjalanan lancar menggunakan unik. Padahal berdasarkan riset yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), 60% dari jumlah pengguna transaksi tunai tersebut, memiliki UNIK, tapi hanya disimpan saja.

Direktur Teknik dan Operasi PT JTSE dan PT Bosowa Marga Nusantara, Ismail Maliungan mengatakan, kondisi di gerbang tol yang telah menggunakan UNIK berjalan normal, tidak terjadi kemacetan.

Berbeda dengan jalan yang masih menggunakan pembayaran tunai, terjadi kemacetan hingga 0,5 kilometer. Dia menjelaskan, selain intruksi dan sesuai dengan peraturan dari Kementerian PUPR, penerapan 100% transaksi UNIK dinilai lebih efektif.

“Dari sekian banyak pengguna tol di Makassar, baru 44% yang menggunakan UNIK. Jadi ada 56% yang tidak menggunakan, padahal sebagiannya diantaranya sudah memiliki kartu untuk bertransaksi. Tapi hanya disimpan dan dijadikan koleksi isi dompet,” ujarnya.

Hingga kini, lanjutnya, rata-rata transaksi di jalan tol mencapai 110.000 setiap hari. Penerapan transaksi UNIK sejak Oktober tahun lalu, belum memberikan pengaruh signifikan terhadap pengguna jalan tol, sampai bulan Oktober tahun ini.

“Memang ada pengaruhnya, tapi sangat kecil. Nanti penerapan unik 100 % ini, semoga tidak mempengaruhi pengguna jalan tol, karena sudah menjadi kebutuhan dan prinsipnya adalah alternatif,” ungkapnya.

Tak hanya itu, beberapa perusahaan perbankan juga telah menyatakan kesiapannya mensukseskan program tersebut, dengan menghadirkan produk UNIK,  diantaranya; Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA. Hingga Oktober ini, BCA telah mendistribusikan sebanyak 60.000-an kartu.

Sedangkan BRI telah mendistribusikan hingga 417.000 kartu Brizzi di Sulsel, BNI sebesar 300.000 kartu, sedangkan Bank Mandiri sebesar 46.000 pengguna aktif transaksi di tol. Untuk menyukseskan program ini, perusahaan perbankan akan menyiapkan kartu perdana di gerbang tol, yang dapat langsung dibeli pengguna jalan.

Tidak hanya itu, untuk memberikan kemudahan top up bagi pengguna kartu yang kehabisan saldo, terdapat area khusus di gerbang tol Cambaya dan gerbang tol Kalukubodoa, serta top up tunai untuk pengguna e-money di gerbang tol Kalukubodoa, gerbang tol Tamanlanrea, gerbang tol Parangloe, gerbang tol Biringkanaya, dan gerbang tol Bira Barat.

Pengisian ulang kartu, juga dapat dilakukan di Indomaret, Alfamart, ATM, atau melalui aplikasi mobile banking, serta fasilitas Near Field Communication (NFC). / Komang Ayu