BANGUN KERJASAMA, UNM INGIN TINGKATKAN APK PENDIDIKAN TINGGI

20
Rektor Universitas Negeri makassar, Prof Husain Syam saat memberikan cendramata kepada Rektor ­Universitas Terbuka, Prof Ojat Darojat. / Foto: Masyudi Firmansyah

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Dalam rangka meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia, dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sekaligus peningkatan sumber daya manusia (SDM), penelitian dan pengabdian pada masyarakat, Universitas Negeri Makassar (UNM) sepakat bekerjasama dengan Universitas Terbuka, Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LL DIKTI) Wilayah IX Sulawesi, Universitas Musamus Marauke, dan Universitas Cendrawasih Jayapura.

Kerjasama tersebut diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), yang dilakukan Rektor UNM, Prof Husain Syam. Ikut menandatangani MoU tersebut, Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat, Ketua LL DIKTI Wilayah IX Sulawesi Prof Jasrudin, serta perwakilan dari Universitas Cendrawasih dan Universitas Musamus, dilaksanakan di Ballroom Pinisi UNM Makassar, Jumat (2/11/2018).

Rektor UNM, Prof Husain Syam, mengatakan, kerja sama yang dibangun ini, sebagai tindak lanjut amanah Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti). Baginya, online learning atau pendidikan jarak jauh (PJJ) menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia. Mengingat, APK saat ini masih berada pada angka 32 persen.

“Kerja sama ini tentu dalam menjalankan program strategis Menristekdikti, dalam memberikan dan mengembangkan pembelajaran jarak jauh dan online learning. Hal ini dapat menyelesaikan sejumlah tantangan, salah satunya APK,” terangnya.

(dari kiri)­—Perwakilan LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Rektor ­Universitas Terbuka, Rektor Universitas Negeri Makassar, Rektor Universitas ­Cendrawasih, dan Rektor Universitas Musamus saat mengikuti ­pembukaan Kuliah umum.

Sementara itu Rektor UT Prof Ojat yang mengisi kuliah umum, meyinggung tentang pembelajaran dalam jaringan di era revolusi industri 4.0. Ia menjelaskan bagaimana cara membangun Infrastruktur pendidikan di tiap-tiap daerah di pelosok negeri, untuk menjangkau masyarakat agar menikmati pendidikan melalui PJJ.

“MoU ini sangat penting, dalam mengembangkan online learning yang sangat dibutuhkan sekarang ini. Apalagi ini terkait sentuhan perkembangan teknologi

Kampus dinilainya memiliki peluang yang cukup besar, dalam membantu pemerintah dalam meningkatkan APK. Dengan online learning, akan memililki luasan daya jangkau, akses, dan kapasitas layanannya. “Kita berupaya mewujudkan, sehingga harapannya Indonesia mampu meningkatkan pendidikan dengan baik,” tutupnya. / Komang Ayu