PERUMAHAN BARU MENJAMUR, KREDIT PROPERTI MENINGKAT

46
Salah satu lokasi perumahan yang ada di Makassar.

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR —  Kredit sektor properti seperti rumah tinggal cukup menjanjikan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal tersebut terbukti dengan peningkatan kredit bukan lapangan usaha, seperti kepemilikan rumah tinggal tumbuh paling tinggi.

Data yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampau, kredit kepemilikan rumah memiliki pertumbuhan tertinggi dalam sektor bukan lapangan usaha, tumbuh sebesar 14,39 persen yoy.
Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi mengatakan, kredit rumah tinggal terpantau mengalami pertumbuhan. Lebih tinggi dibanding rata-rata kredit lainnya.
“Kredit kepemilikan rumah tinggal, menjadi salah satu pendorong kredit di Sulsel. Trend kedepannya akan lebih baik, diikuti dengan adanya kebijakan loan to value (LTV),” kata Zulmi.

Kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan kapasitas bank masing-masing. OJK optimis, kedepannya sektor properti akan meningkat dari tahun sebelumnya. Realisasi kredit kepemilikan rumah posisi Oktober 2018 mencapai Rp18 triliun, dengan share sebesar 15,05 persen.
Sementara itu, pelonggaran aturan LTV sektor properti yang di terapkan Bank Indonesia, menambah geliat masyarakat yang ingin membeli rumah pertama, tanpa perlu menyerahkan uang muka alias Down Payment(DP) 0 persen.
Menanggapai hal emimpin PT Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah Makassar, Edy Awaludin menyambut baik hal tersebut.

“ ini kabar baik, dan kami sudah mulai menjalankan kebijakan DP nol persen, tetapi sampai dengan bulan Oktober ini masih sekitar 20 persen yang kami berikan DP nol persen. Kami sendiri memang memiliki kriteria tertentu untuk kebijakan tersebut,”tuturnya
Ia juga menambahkan, beberapa pengembang segmen komersil telah di ajak kerja sama seperti GMTD, Bukit baruga, hingga Villa Mutiara.
Ketua REI Sulsel, M Shadiq mengatakan bahwa pihaknya juga gencar mempromosikan DP nol persen ini. “Kami juga sudah banyak melakukan kerjasama dengan beerapa instansi, seperti PHRI, IHGMA, dan beberapa instansi lainnya. Peluang masyarakat untuk memiliki rumah pertama itu sangat besar potensinya,”ungkapnya. /Komang Ayu