IFT COMMUNITY BANTU KORBAN BENCANA PALU

45
IFT Community berfoto bersama korban bencana Palu, Donggala dan sekitarnya. / Foto: istimewa

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan sekitarnya, menyisakan duka yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesa. Peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 Mw, diikuti dengan tsunami yang melanda pantai barat Pulau Sulawesi bagian utara, pada tanggal 28 September 2018, pukul 18.02 WITA. Pusat gempa berada di 26 km utara Donggala, dan 80 km barat laut kota Palu, dengan kedalaman 10 km.

Hingga 9 Oktober, tercatat 2.010 orang, dan dalam pencarian terakhir ditemukan 46 jenazah; sementara sebuah desa terkucil di Donggala, mendapat bantuan untuk pertama kalinya, melalui helikopter.

Korban tewas hingga pekan  lalu, paling banyak ditemukan di Palu yang mencapai 1.601 orang. Sementara di Donggala 171 orang dan Sigi 222 orang. Sedangkan korban hilang hingga kini mencapai 671 orang.

Apa yang terjadi di Sulawesi Tengah menimbulkan keprihatinan bagi seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya kalangan pemerintahan, tapi juga para penggiat ekonomi dan bisnis di Indonesia.

Sebut saja IFT Community, komunitas yang bergelut dalam bidang pembinaan kepada masyarakat mengenai investasi. Bersama HFUnited, bereka tergerak hatinya, mengumpukan donasi dari para member, untuk memberian bantuan kepada para korban gempa, yang ada di Palu, Donggala dan sekitarnya.

“Donasi yang kami bawa berupa air mineral, beras, popokbayi, pembalut wanita, susu dan makanan bayi, mie instan, minyak goreng, masker, sabun mandi, pasta gigi dan sikat gigi,” ungkap Adi Syawal, selaku leader dari IFT Community.

Berbeda dengan pihak lain, tambah Adi, pihaknya bersama para member, yang turun langsung ke tempat-tempat pengungsian, tanpa melalui pihak ketiga. Hasilnya mereka semua berhasil menunaikan niat tulus, memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat korban gempa yang membutuhkan.

Menurut Adi, kegiiatan sosial seperti yang dilakukan saat ini, sudah menjadi agenda rutin dari IFT Community. Bukan hanya saat terjadi musibah, tapi juga beeberapa kegiatan sosial lain sudah sering dilakukan, seperti menyantuni panti asuhan, donasi tempat ibadah, buka puasa bersama, dan lain-lain.

Dengan bantuan yang diberikan kepada korban gempa di Sulawesi Tengah, bapak yang hobi membaca ini berharap, dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Siapa lagi yang akan saling membantu, kalau bukan kita sesama manusia. / Nur Rachmat