Gairah Perekonomian Melalui Festival dan Pameran F8

37
N. Tri Suswanto Saptadi -- Dosen Informatika, Ekonomi dan Bisnis Universitas Atma Jaya Makassar

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Makassar International Eight Festival and Forum (F8) 2018 merupakan Festival Waterfront berlangsung pada tanggal 10 – 14 Oktober 2018 di sepanjang Pantai Losari Makassar. Kegiatan F8 telah dibuka secara resmi pada Rabu, 10 Oktober 2018 pukul 19.00 Wita di Pelataran City of Makassar, Anjungan Pantai Losari Jalan Penghibur Makassar.

F8 juga kiranya diikuti oleh 100 kota dari berbagai belahan dunia, diantaranya dari negara Amerika Serikat, India, Korea Selatan, Belanda, Jepang, Jerman, dan diperkirakan akan dihadiri pula oleh 1,5 juta pengunjung, dengan menampilkan 8 festival kolosal dan monumental yang terdiri atas Film, Fashion, Food & Fruit, Folk, Fine Art, Flora & Fauna, Fusion Music, serta Fiction Writer & Font.

Gelaran ini merupakan yang ke-3, dengan menggabungkan semua “Kreativitas, Invensi dan Inovasi Makassar” yang berakar kuat dalam budaya dan tradisi lokal Makassar, yang merupakan juga bagian dari kekayaan bangsa Indonesia sehingga dapat menciptakan festival berskala internasional.

Acara ini telah dibangun oleh 8 kurator yang sangat ahli, menghasilkan konsep terbaru dari festival modern skala global, yang mencakup keragaman budaya dan suku,  yang disajikan pada panggung spektakuler, dengan latar belakang alam yang indah serta menakjubkan.

Sulawesi Selatan adalah salah satu pilar utama pariwisata, dan Makassar berada di pusatnya. Makassar merupakan pusat penting yang menghubungkan wisatawan dengan berbagai keajaiban di seluruh Sulawesi, dan juga di seluruh wilayah Indonesia Bagian Timur.

Terselenggaranya F8 telah semakin menciptakan peluang usaha dan bisnis,  dengan terdapatnya kuliner yang beragam, alam yang cantik dan indah, hingga budaya yang kaya. F8 juga dihadiri oleh sekitar 200 tenant kuliner, yang tentunya diharapkan dapat membantu mempromosikan kreasi kuliner lokal. Di lain pihak, juga dapat mendorong kolaborasi bisnis antara pemerintah, praktisi dan perusahaan yang terus mengembangkan teknologi informasi dalam proses bisnisnya.

Melalui ajang festival ini pula, pemerintah dan masyarakat telah berkolaborasi,  dalam membuka dan memberikan kesempatan bagi para investor, untuk melakukan investasi kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Destinasi investasi di Kota Makassar dan sekitarnya, seperti Makassar Sombere’ & Smart City Hall, The Master (Terminal, Hotel, Mall, Stadium, Expo & Recreation), Balang Tonjong Lakeside Resort (super block, recreation & water conversation), Tallo River Eco Town, Somba Opu Double Decker City Walk, Sombere’ Makassar LRT, Green Parking Garage, Makassar Waste to Energy, City Fiber Optic Network, dan Integrated City Toll Road.

Peluang bisnis dengan modal kecil juga dapat tercipta, dengan cara memanfaatkan bisnis berbasis teknologi yang memiliki jangkauan cukup luas, mudah, dan sarat fleksibilitas. Bisnis kuliner berskala kecil juga memberikan peluang yang tidak akan pernah surut, karena makanan merupakan penunjang kehidupan sehari-hari.

Usaha lain bagi wanita seperti produk kecantikan dan fashion, dengan target pasar potensial juga berpeluang. Bisnis bidang otomotif menjadi perhatian, mengingat perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain sangat sering terjadi dalam berbisnis.

Melalui F8, telah menggairahkan perekonomian melalui UMKM, sehingga diharapkan dapat memperoleh peluang mendapatkan modal usaha, ekspor barang tanpa dikenai tarif antar kawasan ASEAN. Bahkan suatu saat, peluang berkembang untuk bisnis sektor Industri kreatif dengan market anak–anak muda, dan peluang masuknya investasi dari pihak swasta untuk menanam modal pada sektor bisnis UMKM.

Semoga masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya, dapat memperoleh manfaat dan kesempatan yang baik, sehingga akan dapat membangkitkan dunia usaha menuju perekonomian yang sejahtera, adil, dan makmur.

Penulis: Tri Suswanto Saptadi — Dosen Informatika, Ekonomi dan Bisnis Universitas Atma Jaya Makassar