MAJUKAN POTENSI EKONOMI MAKASSAR DI F8

65
Kuliner khas Makassar, Pisang Epe, hadir di F8 2018.

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR —  Makassar International Eight Forum and Festival atau F8 kembali digelar di Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan, 10 – 14 Oktober 2018. Festival ini menampilkan delapan unsur pertunjukan budaya di Makassar, diantaranya fashion, film, folk, flora & fauna, fine art, fussion music, dan fiction writer.

Penyelenggaraan F8 diyakini berdampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Festival ini juga tentunya sekaligus menggerakan perekonomian masyarakat, sekaligus sebagai sarana promosi yang efektif untuk mengenalkan daya tarik pariwisata Sulawesi Selatan, yang bertumpu pada potensi alam, budaya, dan hasil kerajinan.
Pengalaman F8 tahun lalu mencatat jumlah pengunjung hingga 1.286.598 orang yang memadati area festival. Dimana hari pertama 312.567 orang, hari ke dua 144.008 orang, hari ketiga 165.069 orang, hari keempat 416.967 orang, dan hari kelima 247.987 orang.
“Tahun lalu, jumlah pengunjung melampaui target yang dipatok panitia, sebesar satu juta pengunjung dan ternyata bisa melebihi dari target,” ungkap Mohammad Ramdhan Pomanto, Wali Kota Makassar.

Tahun ini, Pemerintah Kota Makassar menargetkan jumlah pengunjung bakal lebih banyak dibanding tahun lalu. Target pengunjung kali ini mencapai 1,5 juta orang.
Bukan hanya jumlah pengunjung yang melebihi target Pemkot Makassar. Target transaksi selama festival juga ikut dinaikkan. Tahun lalu F8 berhasil membukukan senilai Rp 7.672.277.700. Tahun ini jumlah transaksi yang ditargetkan di ajang F8 mencapai Rp10 miliar.

Danny mengaku optimistis terget tersebut bisa dicapai. Apalagi, ada berbagai konsep dan pertunjukan baru yang disajikan. Jumlah transaksi yang besar tentu memberikan dampak secara ekonomi dari para pelaku UMKM, yang mendominasi tenant yang ada di F8. Setiap tenant mengaku, rata-rata mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah.
Salah satunya Darna, pemilik toko Piala Sutra Makassar, yang menjual pakaian Sutra khas Sengkang di F8. Diakui mampu mendapatkan omzet Rp 20 juta di hari pertama F8.
“Omzet tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu, yang hanya mendapatkan omzet Rp 50 juta selama 5 hari. Tahun ini, hari pertama saja sudah bisa tembus angka Rp 20 juta,” ujarnya.
Begitu juga dengan Novi, yang juga berjualan oleh-oleh khas makassar Novi, mengaku tahun 2018 ini lebih meriah dibandungkan tahun lalu. Pada 2017 lalu ia mengantongi omzet Rp 50 juta selama pelaksanaan F8. Tahun ini ia berharap bisa capai target lebih tinggi, minimal sama dengan tahun lalu. /Nur Rachmat, Komang Ayu