JANGAN TAKUT GAGAL MENGEJAR MIMPI

29
Merry Riana Motivator

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR —  Merry Riana, miliarder muda kelahiran 29 Mei 1980 ini tidaklah dibesarkan dari keluarga yang serba ada. Orang tuanya seorang pebisnis dan ibu rumah tangga. Hal ini membuatnya terbiasa untuk berusaha lebih keras, untuk menggapai apa yang diinginkan.
Perjalanan Merry dimulai setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia berencana untuk masuk ke salah satu universitas swasta di Jakarta. Namun sayang, rencana tersebut kandas akibat adanya kerusuhan tahun 1998. Hal tersebut disampaikan saat menjadi pembicara pada acara yang dilaksanakan PHRI Sulsel di hotel Claro Hotel Makassar, pekan lalu.
Orang tua Merry akhirnya mengirimnya melanjutkan sekolah di Singapura. Hal ini dilakukan agar anak gadisnya itu bisa aman, dan terhindar dari krisis moneter yang melanda. ”Waktu itu rasanya seperti ada dalam film perang. Saya diminta pergi agar saya selamat,” ungkapnya.
Keinginan Merry untuk bisa mendapat penghidupan yang lebih baik ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Tanpa persiapan bekal dana yang memadai, orang tuanya meminjam dana dari pemerintah Singapura. Jumlah dana beasiswa mencapai 40 ribu dolar Singapura. Uang tersebut harus dilunasi, setelah Merry Riana lulus kuliah dan bekerja.

Dana tersebut sangat minim, karena setelah dihitung-hitung ia hanya mangantongi 10 dolar Singapura selama seminggu. Merry mengungkapkan, dengan uang pas-pasan yang dimiliki, ia harus super hemat untuk bisa menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.
“Makanya kadang puasa makan, atau makan pakai mie instan selama bertahun-tahun. Kuliah bawa bekal sepotong roti tawar, dan itupun makannya di toilet, biar enggak ada satupun yang lihat,” tuturnya.
Titik baliknya pada saat Merry berulang tahun yang ke-20. Ia membuat resolusi, harus mengalami kebebasan finansial saat umurnya 30 tahun. Niat besar dan usaha keras yang dijalani pun akhirnya membuahkan hasil. Setelah lulus kuliah, Merry bertekad untuk bisa bekerja atau menjalankan bisnis.

Hari-hari dihabiskan Merry bekerja keras. Menghabiskan waktu 14 jam setiap hari, untuk menyelesaikan pekerjaan. Hanya setahun setelah dia bekerja, tepatnya di usia 23 tahun, Merry mampu mendapat penghasilan 220 ribu dolar Singapura.
Setahun berikutnya, dia mendirikan perusahaan Merry Riana Organization (MRO) di tahun 2004. Alhasil di usianya yang baru mencapai 26 tahun, ia mampu mendapat penghasilan dengan total mencapai 1 juta dolar AS. Kini Merry Riana dikenal sebagai pengusaha, penulis dan motivator yang ulung.
“Salah satu kunci untuk membuat anda sukses adalah beranilah bermimpi dan buat impian anda. Jangan pernah takut gagal untuk mengejar impian tersebut, semakin banyak gagal, maka semakin dekat anda dengan impian anda. Karena itu jangan pernah menyerah,” Kata anak sulung dari 3 bersaudara itu. /Komang Ayu