AKOMODIR PENIKMAT KULINER KOREA, WAROENK LUNCURKAN KOREAN FOOD TIME

43

BISNISSULAWESI.COM, KUPANG – Siapa yang tidak mengenal Korea Selatan (Korsel). Salah satu daerah di Semenanjung Korea ini merupakan negara yang sebelumnya dikenal sebagai penghasil telepon seluler ternama, Samsung.

Tidak kalah dengan produk komersial dalam bidang teknologi, Korsel yang kerap disebut “Korea” saja, dalam bidang kuliner, Negeri Gingseng ini juga “menggigit”. Berbagai varian makanan Korea sudah menjadi menu internasional yang digemari warga dunia. Sebut saja Bulgogi dan Kimchi.

Salah satu resto dan kafe representatif yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang, Waroenk juga sudah mengeluarkan menu Korea, di antaranya Beef Bulgogi yang dibanderol Rp 28.500, Korean Chicken Pop Rp 37 ribu, Sticky Wings Rp 37 ribu, dan Korean Shrimp Rice Rp 37 ribu.

Hal tersebut diungkapkan Public Relation and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Kupang, Minggu 30 September 2018.

Dijelaskan, sebelumnya bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017 lalu, pihaknya memang sudah meluncurkan menu Korea tadi.

“Untuk lebih mengakomodir penikmat kuliner Korea, maka kami berinisiatif membuat program yang memberikan banyak benefit bagi pelanggan, yaitu Waroenk Korean Food Time,” imbuh Merlin.

Benefit yang dimaksudnya adalah diskon harga 20 persen untuk makanan Korea tadi. “(Program) ini berlaku setiap Senin, jam 2 siang hingga 5 sore. Tidak hanya itu, pelanggan juga berkesempatan mendapatkan voucher makan gratis di Waroenk dengan mengikuti kuis setiap Senin di 96 SKFM Radio Suara Kupang,” paparnya.

Terkait animo pelanggan selama ini terhadap makanan Korea, Merlin mengungkapkan cukup apresiatif. “Pelanggan suka, kok. Ya, seperti yang sudah menjadi komitmen manajemen untuk mempersembahkan men-menu lezat, kegemaran konsumen terhadap hal-hal berbau Korea juga tidak terlepas dari tren Korea (Korean Wave), tidak terkecuali kulinernya,” katanya.

Merlin menggambarkan, makanan Korea pihaknya semuanya enak. “Beberapa bumbu memang impor (Korea), sehingga boleh dibilang di Kota Kupang, kamilah yang pertama menyajikan menu-menu itu,” klaimnya.

Dengan menggandeng beberapa mitra sebagai media publikasi, Merlin menjelaskan pihaknya optimistis dapat lebih menggenjot penjualan, khususnya menu Korea.

“Dari media-media mitra tersebutlah, update soal makanan dan sebagainya bisa sampai ke pelanggan. Tidak menutup kemungkinan, ke depannya kami tidak hanya mengangkat kuliner Korea, tetapi juga kuliner Jepang, dan negara-negara lainnya dengan membuat program serupa,” bebernya.

Sekadar diketahui, Hallyu atau Korean Wave yang dapat diartikan sebagai “demam Korea” adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara sejak 1990-an.