Jaring lulusan perguruan tinggi BPOM RI gelar job fair di Unhas.

34

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI) memberikan kesempatan berkarya bagi generasi muda yang memiliki kompetensi dan loyalitas tinggi. Sedikitnya, ada 1.078 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibuka BPOM pada tahun 2018.

Terkait hal tersebut, secara khusus BPOM RI mengundang dan mengajak generasi muda calon pemimpin masa depan di berbagai daerah untuk bergabung bersama BPOM RI, salah satunya melalui penyelenggaraan job fair di Universitas Hasanuddin Makassar. Job fair BPOM tahun 2018 ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan sejak BPOM RI berdiri tahun 2001.

“Kami mengundang generasi muda calon pemimpin bangsa yang cinta tanah air, suka tantangan, kreatif, inovatif, dan visioner untuk bergabung bersama BPOM, berkarya untuk Indonesia,” ungkap Dra. Rr.Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc,Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dalam menjalankan tugas pengawasan, saat ini BPOM Rl didukung oleh 33 Balai Besar/Balai POM yang berkedudukan di seluruh ibukota provinsi. Kemudian pada tahun 2018, BPOM RI membangun Loka POM di 40 kabupaten/kota di 30 provinsi sebagai upaya memberikan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat hingga seluruh pelosok negeri.

“Mengawal keamanan dan mutu obat dan makanan di seluruh pelosok negeri, menjadi tujuan kami bekerja. Tidak hanya dalam rangka melindungi masyarakat dari produk yang berisiko terhadap kesehatan tetapi juga meningkatkan daya saing bangsa melalui masyarakat yang sehat dan produk yang aman dan bermutu tinggi,” ujarnya.

Dan untuk dapat mencapai tujuan tersebut, BPOM RI membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan profesional. SDM menjadi memiliki peran penting dalam perkuatan tiga pilar pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia. Karena itu, BPOM RI bersyukur mendapatkan 1.078 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2018. Jumlah tersebut secara rinci akan ditempatkan di BPOM R1 Pusat sebanyak 260 formasi, di 33 Balai Besar/Balai POM sebanyak 338 formasi, dan di 40 Loka POM sebanyak 480 formasi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa saat ini, BPOM RI menjadi lembaga yang semakin terbuka untuk menjadi wadah aktualisasi diri SDM kompeten dari berbagai multidisiplin ilmu baik ilmu murni maupun ilmu terapan. Keberagaman kualifikasi pendidikan dan kompetensi SDM adalah kebutuhan BPOM RI sebagai konsekuensi dari dinamika lingkungan strategis serta tantangan pengawasan obat ke depan sehingga pelayanan Badan POM kepada bangsa dan negara semakin meningkat.

“Sebagai wujud keadilan dalam memberi kesempatan bekerja dan berkarya, formasi CPNS di BPOM tahun 2018 juga membuka formasi khusus yang memprioritaskan anak bangsa dari wilayah timur Indonesia termasuk putra/putri berprestasi dari Papua dan Papua Barat, penyandang disabilitas, dan lulusan cumlaude,” jelasnya.

Bidang pekerjaan di BPOM RI bukanlah hanya dilakukan oleh sekumpulan profesi yang mengerjakan kegiatan pemeriksaan dan pengujian di laboratorium.

“Di BPOM RI, kita dapat mengembangkan potensi diri untuk berkiprah dalam berbagai bidang mulai dari pengawas farmasi dan makanan yang langsung melakukan tugas pengawasan hingga fungsi penunjang pengawasan seperti pembangunan infrastruktur dengan konsep green area, pengawasan intern di lingkungan BPOM RI dan pengelolaan SDM. Karena itu, mari bergabung bersama BPOM RI, berkarya untuk Indonesia.” tutupnya

Selain Unhas, Job Fair juga digelar pada enam kampus lainnya. Diantaranya, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga dan Universitas Andalas.

Pada kesempatan sama, Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menyambut baik kegiatan job fair yang diadakan oleh BPOM ini. “Kami memberi apresiasi kepada BPOM yang memilih Unhas sebagai salah satu penyelenggara. Apalagi Unhas dikenal sebagai perguruan tinggi pilihan masyarakat Indonesia Timur,” kata Prof. Dwia.