Lakukan Mitigasi Bencana, Citraland City Losari Pastikan Kokoh

11
Perumahan Citraland di Kabupaten Gowa

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR —   Terkait dengan hangatnya pemberitaan tentang bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, maupun wilayah lain di Indonesia, sebenarnya Grup Ciputra bersama-sama dengan Kontraktor PT Boskalis Indonesia dan konsultan PT Witteveen Bos Indonesia (WBI) sudah sejak awal melakukan mitigasi bencana, sebelum melaksanakan reklamasi.

Salah satu mitigasi tersebut yakni melakukan penelitian tanah, merencanakan konsolidasi tanah, dan menetapkan desain kriteria untuk area reklamasi, yang bertujuan untuk mengurangi dampak dari gempa dan likuifaksi yang mungkin terjadi, sesuai dengan standar nasional dan internasional yang ter-update. PT Boskalis Indonesia dan WBI sendiri merupakan kontraktor dan konsultan yang mempunyai reputasi internasional, yang sangat baik dengan hasil karya yang tersebar di seluruh dunia.
“Komitmen kontraktor PT Boskalis Internasional Indonesia untuk timbunan dan supply pasir reklamasi kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) tahap pertama telah selesai 100%. Sedangkan proses pemadatan tanah dengan teknologi reklamasi termodern sudah mencapai 98%,” sebut Hendra Wahyuadi, General Manager CitraLand City Losari.
Itu untuk mencapai tingkat kepadatan yang sesuai dengan kualitas dan spesifikasi teknis, atau desain kriteria yang telah ditetapkan dalam pengawasan yang cukup ketat oleh WBI. Salah satunya mitigasi dalam pelaksanaan reklamasi.

Dijelaskan lebih lanjut, PT Boskalis Internasional Indonesia telah melakukan serangkaian teknologi konsolidasi dan pemadatan tanah, yang mencakup PVD (Prefabricated Vertical Drain), merupakan tahapan awal pemadatan dengan cara memasukkan material geotextile ke dalam tanah, untuk mengeluarkan air yang berada di lapisan tanah lunak asli (lempung).
Jika tidak dilakukan PVD, proses penurunan tanah bisa terjadi puluhan tahun. Fungsi PVD adalah membantu proses konsolidasi tanah lunak (lempung) yang berada di bawah pasir timbunan. Dengan dipasang PVD tanah lunak (lempung) dapat dengan cepat memampat dan kekuatannya meningkat sehingga berpengaruh positif yang akan mengurangi guncangan gempa.

Kedua, Vibro Compaction/Floatation. Pemadatan dengan menyuntikkan besi panjang yang digetarkan dengan bantuan air, dengan tekanan yang sangat kencang. Pemadatan pasir timbunan dengan kedalaman efektif lebih dari 6 meter.
Ketiga, Cofra Dinamic Compaction, yakni pemadatan lapisan teratas menggunakan mekanisme menyerupai Palu, yang memukul pasir lapisan teratas dengan berat 10 ton. Pemadatan ini menurunkan level pasir hingga 50-80 cm, hanya dalam waktu sekitar 3 menit. Pemadatan pasir timbunan dengan kedalaman efektif mencapai 6 meter
Keempat, High Energy Impact Compaction (HEIC), pemadatan terakhir adalah pemadatan pasir timbunan lapisan teratas atau di level permukaan pasir dengan kedalaman efektif mencapai 2 meter, menggunakan roller berbentuk semanggi.
“Semua tahapan pemadatan ini untuk mempercepat proses konsolidasi tanah atau ‘settlement’ serta untuk menghasilkan kepadatan tanah yang optimal. Hasil pengukuran settlement atau penurunan yang terjadi sejauh ini berlangsung sangat baik dan hasilnya sudah diverifikasioleh WBI, dimana penurunan yang terjadi akibat pemadatan ini sesuai dengan desain kriteria yang telah ditentukan.” tutunya/Komang Ayu