REALISASI KUR SULSEL TEMBUS 2 TRILIUN

30
Salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang masih bertahan di area relokasi Pasar Sentral Makassar, yang banyak memanfaatkan Kredit Usaha Raykat (KUR). / Foto: Masyudi Firmansyah

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya di Kota Makassar, mulai merasakan manfaat dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Berdasarkan data yang dihimpun dari OJK, realisasi kredit usaha rakyat atau KUR di Sulsel menunjukkan tren positif. Hingga periode Mei 2018, realisasi KUR di pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia sudah menembus Rp2,41 triliun. Itu setara dengan pencapaian 57,70% dari target penyaluran pada tahun ini sebesar Rp5,39 triliun.

“Realisasi KUR di Sulsel telah melebihi 50% dari target penyaluran pada 2018. Sejauh ini hingga Mei 2018 sudah mencapai Rp 3,11 triliun dari target penyaluran sebesar Rp5,39 triliun,” kata Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah OJK Kantor Regional 6 Sulawesi Maluku dan Papua, Andi Muhammad Yusuf.

Target penyaluran KUR di Sulsel pada tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Diketahui pada 2017, target penyaluran sebesar Rp 5,13 triliun, dimana Sulsel berhasil mencatat Rp5,07 triliun atau setara dengan 98,8%. “KUR sektor produksi di Sulsel periode Januari-Mei 2018 sebesar Rp1,59 triliun dengan share 51,11%, melampaui target minimal 50%,” ucapnya.

Masih merujuk data OJK, realisasi penyaluran KUR di Sulsel hingga bulan kelima pada tahun ini sudah didistribusikan kepada 123.259 debitur. Rinciannya yakni 68.909 debitur di sektor produksi dan 54.350 debitur di sektor non-produksi. Bila diakumulasi sejak 2015-2018, total plafon penyaluran KUR di Sulsel bahkan mencapai 19 triliun kepada 899.219 debitur.

Yusuf mengungkapkan, pencapaian positif untuk penyaluran KUR juga terletak pada sebaran yang telah menjangkau seluruh kabupaten/kota. Realisasi penyaluran KUR di Sulsel tertinggi berada di ibukota provinsi yakni Kota Makassar. Di Kota Makassar penyaluran KUR tetap yang pertama dengan total Rp370 miliar dan 13.965 debitur (13,9 persen).

Kemudian, Kabupaten Bone sebesar Rp272 miliar dan 10,488 debitur (8,76 persen). Selanjutnya Kabupaten Sidenreng Rappang sebanyak Rp254 miliar dan 9.929 debitur (8,1 persen) serta, Kabupaten Gowa Rp209 miliar dan 7,483 debitur atau 6,74 persen.

Berikutnya, Kabupaten Wajo Rp199 miliar dan 8.421 debitur, Kabupaten Pinrang Rp198 miliar dan 8.381 debitur serta Kabupaten Sinjai yang juga cukup tinggi dengan total KUR sebanyak Rp151 miliar dan 5.477 debitur.

“Selanjutnya Kabupaten Luwu Timur dengan nilai KUR sebesar Rp141 miliar dan 5.727 debitur, serta Kabupaten Luwu Utara Rp127 miliar dan 5.320 debitur, serta Kabupaten Luwu dengan total Rp121 miliar dan 5.139 debitur,” tuturnya.

Sementara itu,  Kepala Dinas Koperasi Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal berharap, adanya pendampingan terhadap UMKM yg mendapat bantuan KUR. “Saya berharao KUR harus menyentuh Usaha mikro lebih besar porsinya, Ada perlakuan khusus terhadap Usaha mikro khususnya bunga lebih rendah dari usaha lainnya, Kurangi persyaratan untuk usaha mikrodan Lakukan pendampingan dalam berusaha sehingga modal yg berasal dari KUR bisa di kembalikan tepat waktu,” tuturnya. / Komang Ayu