Menyukai Tantangan Baru

42
Anggraini General Manager Mall Phinisi Point

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR —  Setelah lulus kuliah, Anggraini bersama beberapa orang rekannya mencoba berwirausaha, dengan membuka perusahaan berbentuk CV, bergerak di bidang konsultan jasa arsitek.
Tetapi sayangnya usaha tersebut terpaksa dibubarkan tahun 1998, akibat imbas dari krisis ekonomi pada saat itu. Ia dan rekan-rekannya masing-masing mencari pekerjaan. Sampai akhirnya pada tahun yang sama ibu yang hobi memasak ini mendapat pekerjan sebagai Marketing di PT Kharisma Komputer.

Kurang lebih dua tahun disana, Angki memutuskan keluar dan menerima tawaran kerja sebagai Staf Desain Grafis di Hotel Sedona Makassar. “Di Sedona saya bekerja hampir 7 tahun. Mulai dari desain grafis, markom eksekutif sampai jabatan terakhir itu sebagai Publik Relation Manager. Tahun 2007 saya sempat Vakum tidak bekerja,” ungkapnya.
Setelah tidak bekerja selama tiga tahun, akhirnya ibu yang senang menggunakan hijab ini memutuskan kembali bekerja. Tahun 2010 dipercaya sebagai Public Relation di Trans Studio Mall Makassar. Terakhir di pusat perbelanjaan milik Chairul Tanjung ini memegang jabatan sebagai Tenant Relation Section Head.

Tawaran dari manajemen Phinisi Hospitality untuk menduduki jabatan General Manager di mall-nya yang baru dibuka diterima Angki. Mall tersebut diberi nama Mall Phinisi Point, populer dengan sebutan Mall Pipo. Memimpin sebuah mall besar dengan brand lokal Makassar, baginya merupakan sebuah tantangan baru, dan ia merupakan tipikal orang yang senang akan tantangan.
“Tantanganya lumayan besar. Sebagai mall baru, kita butuh gaung yang besar, agar lebih banyak orang mengetahui keberadan Mall Pipo. Makanya kami berusaha menggaet event-event besar, dan Alhamdulliah setahun terakhir, sudah ada tujuh event besar diselenggarakan di tempat kami,” tuturnya.

Dalam bekerja, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ia merangkul beberapa orang yang dianggap mampu bekerja dengan baik ke dalam tim-nya. Semuanya rangkul bukan hanya sekedar sebagai rekan kerja, tetapi juga sebegai keluarga di lingkup pekerjaan.
Saking dekatnya dengan para staf, setiap ada masalah, baik berkaitan dengan pekerjaan maupun hal yang sifatnya pribadi, ia selalu menjadi teman yang baik untuk mendengarkan keluh kesah rekan kerjanya.
“Dukungan keluarga juga membuat saya selalu bekerja dengan sepenuh hati. Suami dan anak-anak saya selalu mendukung di setiap perjalanan karir saya. Mereka adalah spirit disetiap hari saya,” tutup Angki. /Komang Ayu