MENCIUM PELUANG BISNIS FINTECH

71
Seorang wanita, memperlihatkan aplikasi Eragano, Aplikasi pintar yang terintegrasi dengan platform marketplace dan solusi pembiayaan untuk Petani kecil.

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Ternyata bisnis online tidak melulu hanya e-commerce (toko online) atau situs portal berita. Ada sebuah industri baru bernama financial technology atau nama kerennya Fintech Indonesia.

Keberadaan Fintech bertujuan untuk membuat masyarakat lebih mudah mengakses produk-produk keuangan, mempermudah transaksi dan juga meningkatkan literasi keuangan. Dilansir dari Wikipedia, Fintech merupakan teknologi dan inovasi baru dengan tujuan bersaing dengan layanan keuangan tradisional dan mempermudah akses masyarakat pada layanan tersebut.

Dewasa ini, perkembangan Fintech di Indonesia semakin pesat, terbukti dengan munculnya banyak perusahaan startup berbasis Fintech beberapa tahun terakhir ini.
Fintech startup mulai menempati bagian besar di industri startup Indonesia.
Di Indonesia sendiri, Fintech berkembang di berbagai sektor, mulai dari startup pembayaran, peminjaman (lending), perencanaan keuangan (personal finance), investasi ritel, pembiayaan (crowdfunding), remitansi, riset keuangan, dan lain-lain.

Salah satu perusahaan berbasis keuangan digital yakni PT Esta Kapital Fintek, yang merupakan anak usaha Esta Corporation. Perusahaan yang mengusung konsep pinjam meminjam ini telah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Konsep bisnis yang diusung tersebut, menyasar masyarakat di daerah yang ingin mengembangkan usaha kecil menengahnya, namun belum terjangkau penyedia jasa pinjaman keuangan, serta terkendala dengan agunan.
Dengan hadirnya Esta Kapital Finte, pengembang usaha kecil dapat bertemu dengan pihak yang bersedia meminjamkan dananya dengan praktis dan aman, melalui Esta Kapital Fintek sebagai perantara.

“Sebagai jasa penyedia pinjaman, kami lebih menyasar pada kaum ibu-ibu. Ini sebagai upaya mengembangkan kreativitas ibu-ibu, sehingga bisa punya penghasilan sendiri,” jelas Yefta Surya Gunawan, Direktur Utama Esta Kapital Fintech.
Selain memberikan pijaman, tambahnya, perusahaan ini juga sekaligus memberikan pelatihan, agar dananya bisa dimanfaatkan maksimal dan menghasilkan. “Dengan visi membangun komunitas tanpa kemiskinan, lokasi yang disasar Esta kapital Fintek saat ini yakni daerah Sulawesi dan Indonesia Timur,” ungkapnya.

PT Astra International Tbk (Astra), salah satu perusahaan induk terbesar dengan diversifikasi bisnis di Indonesia, juga melirik bisnis Fintech. Melalui anak perusahaannya PT Sedaya Multi Investama (SMI), bersama WeLab, perusahaan teknologi terkemuka di Tiongkok dan Hong Kong yang bergerak pada bidang pembiayaan konsumen, membentuk perusahaan pada bidang fintech, PT Astra WeLab Digital Arta (AWDA).
AWDA bertujuan menyediakan produk dan solusi finansial, melalui pengembangan teknologi big-data terkini, guna membantu konsumen yang belum memiliki akses terhadap pinjaman, untuk mencapai kebebasan finansial melalui akses yang lebih baik dan efisien terhadap pinjaman.

AWDA menawarkan produk pinjaman yang dapat diakses melalui aplikasi mobile kepada konsumen ritel, dan juga menyediakan solusi finansial berbasis teknologi ke pada konsumen korporasi. Perusahaan ini juga sudah terdaftar secara resmi di OJK, dengan nomor registrasi S-626/NB.213/2018.
“Kami berharap dapat memperluas portofolio digital kami untuk semakin mendorong inklusi keuangan di Indonesia,” ujar Direktur Astra Suparno Djasmin, melalui siaran pers-nya kepada Bisnis Sulawesi./Nur Rachmat, Komang Ayu