Film Komedi Romantis Belok Kanan Barcelona Meet and Greet di Makassar

30

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Perfilman Indonesia semakin berkembang dengan pesat. Film baru yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto disebut-sebut merupakan film genre drama komedi romantis terbaik sekaligus termahal dari yang pernah dibuat di Indonesia.

Belok Kanan Barcelona diangkat dari sebuah novel bestseller dengan judul yang sama. Ceritanya yang epik karena berlatar di empat benua merupakan sesuatu yang menarik pecinta film tanah air.

Sang produser mengatakan bahwa fulm ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Terlebih lagi karena kisahnya yang kompleks dan relatif panjang.

“Belok Kanan Barcelona yang ditulis 4 penulis, diterbitkan pertama kali tahun 2007 relatif sulit untuk difilmkan. Sulit karena kisahnya kompleks dengan lokasi di 4 benua dan rentang kisahnya relatif panjang. Tapi sejalan kemajuan perfilman Indonesia, saya merasa perlu untuk menghadirkannya untuk penonton film Indonesia,” ujar Chand Parwez Servia.

Sementara itu, Guntur selaku sutradara mengungkapkan bahwa film ini merupakan film Indonesia pertama yang berlokasi di Gurun Sahara di Maroko, gurun yang sering menjadi lokasi syuting film besar Hollywood.

“Film ini bercerita tentang perjuangan cinta, persahabatan khas remaja, komedi yang kuat, juga bercerita tentang perjalanan karakter melintasi 4 benua. Pemandangan yang eksotik dan kaya ragam budaya mewakili film ini,” tutur pria yang juga menyutradarai film Hijab Traveller ini.

Ditemui saat meet and greet di Makassar, Anggika Bolsterli yang berperan sebagai Farah mengatakan adegan dalam film betul-betul diambil dari empat benua. Dikatakannya, karya bestselling tersebut membuat sang sutradara ingin membuat filmnya secara maksimal

“Ini sebuah karya based on best selling book. Sayang kalo tidak ambil gambar yang betul-betul bagus. Kita sudah bekerja secara maksimal,” ujarnya.

Deva Mahenra yang berperan sebagai Ucup mengungkapkan pengalamannya beradu peran dalam film tersebut. “Kalo untuk saya dan Anggika (Farah), kita dapat kesempatan syuting di Maroko. Jadi saat syuting hari terakhir, kita syuting pas di bulan puasa. Satu/ dua jam sebelum syuting selesai, tiba-tiba ada badai pasir,” ungkapnya.

Juga hadir dalam meet and greet tersebut, Morgan Oey (sebagai Francis). Morgan yang pernah bekerjasama dengan Guntur sebelumnya mengungkapkan perannya dalam film ini.

“Karakter yang saya perankan juga beda dengan film sebelumnya. Dari segi gambar dan cerita juga beda. Ini cerita tentang cinta, pengorbanan, dan travelling. Setiap karakter mempresentasekan konflik masing-masing,” pungkasnya.

Film ini sudah dapat Anda saksikan serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 September 2018. / Komang Ayu