PULAU KODINGARENG KEKE, HIDDEN PARADISE-NYA MAKASSAR

52

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Pulau Kodingareng Keke menjadi salah satu destinasi asyik untuk menikmati liburan di Makassar. Selain indah, tempatnya juga sepi seperti milik pribadi. Bagi traveler yang berlibur ke Makassar, tidak cukup jika hanya mengunjungi Pantai Losari saja, tanpa merasakan keindahan pulau ini.

Berlibur di pulau Kodingareng Keke, wisatawan akan merasakan sensasi liburan layaknya di pulau sendiri. Pulau Kodingareng Keke memang merupakan sebuah pulau kosong tidak berpenghuni. Hanya ada semak-semak, pohon pinus, dermaga dan bangunan berbentuk menara mercusuar. Makanya pulau ini disebut sebagai surge tersembunyi, atau hidden paradise-nya Makassar

Beberapa waktu lalu Public Relation Executive Gammara Hotel Makassar, Eva Susanti S.Sos, bersama beberapa orang rekan kerjanya mengunjungi pulau tersebut. Liburan akhir pekan diisi dengan mengunjungi tempat wisata yang selama ini sudah populer di kalangan traveler.

“Tempatnya bagus, dengan pemandangan yang indah. Pulau ini layak menjadi pulau privat. Semoga kedepan bisa dikelola dengan lebih bagus lagi,” tuturnya.

Secara geografis, pulau ini masuk dalam Kecamatan Sangkarang Makassar dan berjarak kurang lebih 14 km dari pesisir Makassar. Bentuknya pun memanjang dari timur laut ke barat daya.

Untuk sampai ke Pulau Kodingareng Keke, wisatawan harus menyewa perahu motor tempel (atau biasa disebut pappalimbang/jollorok) di dermaga Kayu Bangkoa Jalan Pasar Ikan, atau Dermaga Popsa, yang ada di seberang benteng Rotterdam dengan kapasitas 8 sampai 10 orang.

Perjalanan menuju ke Pulau Kodingareng Keke hanya memakan waktu sekitar 40-60 menit. Itu tergantung kecepatan perahu motor, dan kondisi cuaca saat menyeberang. Biayanya adalah Rp 500.000, tergantung kesepakatan dengan pemilik kapal.

Apa saja yang bisa dinikmati di Pulau Kodingareng Keke? Menurut Eva, hal pertama yang wajib dilakukan adalah menikmati kesegaran air lautnya, serta mengintip keindahan underwaternya, kemudian menjelajahi pulaunya. Jangan lupa berfoto ria dengan latar belakang indahnya pulau, untuk diposting di social media (sosmed).

“Biasanya situasi ombak dan arus laut di tepi pantainya akan lebih tenang saat pagi hari. Jadi saat tiba disekitar pulau ini, ada baiknya kita langsung menuju spot snorkeling-nya yang berada disisi ujung pulau, dekat dengan hamparan pasir putihnya,” ungkapnya.

Kedalaman spot snorkeling-nya saat pagi hari tidak terlampau dalam, hanya berkisar 2 sampai 3 meter. Sehingga cukup aman untuk snorkeling ataupun hanya sekedar berenang.

Setelah puas bermain air, wisatawan bisa lanjut berfoto ria. Di tempat ini terdapat spot yang lumayan bagus, yaitu di tepi pantai dimana terdapat hamparan pasir timbul berbentuk memanjang ke arah lautnya. Seakan-akan hamparan pasir timbul ini memisahkan dua lautan disisi kiri dan kanannya. / Nur Rachmat