Danny Pomanto Sabet 2 Penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2018

31

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Angka dua memang sulit dipisahkan dari sosok wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Selain mengusung target pemerintahan 2 kali tambah baik, untuk kesekian kalinya kembali menyabet 2 penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2018.

Ada pun 2 penghargaan yang diterima, yakni sebagai wali kota inovatif untuk kategori Ekonomi dan Investasi, serta kategori Special Achievement.

“Makassar bisa hidup karena inovasi, kami berkembang juga karena inovasi. Ini tentu apresiasi tak terhingga atas upaya yang terus dilakukan merajut inovasi dari berbagai daerah, menjadi jembatan, menjadikan Indonesia hebat melalui inovasi daerah yang kuat,” ucap Danny.

Beberapa wali kota lainnya yang juga berhasil dinobatkan sebagai kepala daerah inovatif 2018 adalah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah, Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna, Wali Kota Jambi Syarif Fasha, Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman, Wali Kota Gorontalo Marten A Taha, Wali Kota Tual Adam Rahayaan, Wali Kota Pare-Pare Taufan Pawe, Plt Wali Kota Malang Sutiaji, dan Wali Kota Bitung Maximiliaan J Lomban.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono memberi selamat kepada seluruh kepala daerah peraih penghargaan ini.  “Untuk berinovasi, tidak perlu takut, tidak perlu khawatir. Siapa kepala daerah yang berani mengeluargan gagasan, ide, berani melaksanakan maka itulah kepala daerah inovatif,” ujarnya.

Pemerintah kata Sumarsono, akan mampu membedakan mana kegiatan rutin pemerintah dan mana kegiatan inovasi. Pemerintah harus memberi perlindungan apalagi jika inovasi berbentuk pilot projek.

Kerugian negara yang ditimbulkan akibat kegagalan sebuah pilot projek bukanlah satu pelanggaran hukum. Karena mencoba sesuatu inovasi yang baru, resikonya memang cuma dua, berhasil atau gagal. Jika gagal dan dianggap terjadi kerugian negara, maka hal ini kedepan akan membuat kepala daerah takut berinovasi. / (*)