APA KABAR DJ EQ BEATJUNK?

66

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Bagi pecinta tempat hiburan malam, pasti mengenal nama DJ EQ Beatjunk. Sejak 2006 ia sudah menggeluti profesi Disc Jockey (DJ), memainkan musik khas tempat dugem, seperti house music, trance, techno dan substep.

Pada masa keemasannya, pria bernama asli Sukri ini dikenal sebagai salah satu DJ terbaik yang berasal dari Makassar. Beberapa clubbers tempat hiburan malam, seperti Colours/Zona Cafe (Makassar), Barcode (Makassar), One Up (Makassar) Publiq (Makassar), dan Monalisa Club (Sorong) sudah pernah merasakan sensasi music yang dimainkan DJ EQ Beatjunk.
“Menghibur orang dengan musik seperti punya sensasi tersendiri. Apalagi jika apa yang kita mainkan, disambut dengan baik,” ujarnya.
Dari beberapa tempat dugem yang pernah menjadi temmpatnya bermain, Zona Café Makassar menjadi sangat istimewa. Selama delapan tahun ia menjadi resident DJ disana. Sebelum berganti brand, dan masih menggunakan nama Colours, DJ EQ juga sudah sebagai resident DJ selama tiga tahun di tempat tersebut.

Bukan hanya sebagai pemain, DJ EQ menjadi pengajar untuk jenis music khas tempat dugem. Ia mendirikan Beatjunk Records, yang kini telah berhasil melahirkan banyak talent DJ ternama di Kota Makassar. Sejak mendirikan sekolah DJ tersebut, namanya kian melambung tinggi, dan mulai dikenal dengan sebutan DJ EQ Beatjunk.

Dengan latar belakang yang panjang dan mapan di industri musik, Beatjunk Records telah sukses artis dan rilis ke tempat hiburan malam dalam dan luar negeri. Bakat dalam Beatjunk Records termasuk superstar DJ, produser lagu dan remixers, Iive PA, dan banyak lagi. Beatjunk terus menghasilkan talenta baru di industri music, melalui Sekolah DJ-nya yang dilengkapi dengan CDN 2000nxs2, CDJ 900 Nexus, dan DJM 900 Nxs2 top-of-the line.
Saat popularitasnya sedang melambung tinggi, DJ EQ memilih pension dini sejak 2017 lalu. Awalnya hanya sibuk mengurusi bisnisnya Beatjunk Records. Tetapi setelah melihat peluang lain yang tidak kalah menjanjikan, ia pun melakukan ekspansi ke bidang bisnis lain, yakni kuliner.

“Usia standar seorang DJ itu pension 40 sampai 45 tahun. Tapi saat usia masih jauh dari itu, saya memilih pension dini. Ingin menjadi seorang entrepreneur, dan memberikan motivasi kepada teman lain untuk bisa hidup lebih baik,” ujarnya.
Menggandeng satu brand kuliner khas Makassar yang sudah sangat populer, DJ EQ membuka rumah makan Pallubasa Onta. Bisnis tersebut dikelola dengan sistem franchise. Tempat usahanya sangat strategis, karena berada di samping sekolah SDIT Rama, dan disekelilingnya banyak berdiri gedung perkantoran.
Dibukanya rumah makan Pallubasa Onta di Jalan Toddopuli tentu mendapat sambutan luar biasa dari pecinta kuliner khas Makassar. Rekan-rekannya sesame DJ pun memberikan dukungan luar biasa, dengan menjadi tamu sekaligus mencicipi makanan hasil racikan seorang DJ populer. /Nur Rachmat