Mahasiswa Teknik Unhas Ciptakan Mesin Pemipil Jagung

52
Mahasiswa Teknik Unhas saat menampilkan Mesin Pemipil Jagung yang diciptakannya

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Sebagai mahasiswa tidak hanya dituntut belajar di ruang-ruang kelas saja, tapi juga belajar melalui lingkungan sekitarnya. Salah satu ruang belajar adalah turut serta menyelesaikan permasala­han masyarakat yang begitu kompleks.

Menyikapi hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (HMM FT-UH) kembali meninjau lokasi bina Desa Balapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Selasa 7 Agustus 2018 lalu.

Yusuf selaku Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, pemberian mesin pemipil jagung telah dilakukan sebelumnya pada 16 Februari 2018. “Kunjungan ini bertujuan untuk melihat perkembangan dan manfaat dari mesin pemipil jagung kami,” ujarnya.

Disampaikan kepada masyarakat setempat, mesin ini diharapkan dapat menjadi ajang peningkatan kepedulian sosial mahasiswa, khususnya Desa Balapunranga yang secara umum warganya adalah petani jagung. “Saya sangat bersyukur, karena dengan adanya mesin ini bisa membantu masyarakat memisahkan biji jagung dari tongkolnya lebih cepat,” ungkap Ayu, salah satu warga Desa Balapunranga.

Ditambahkan, mesin ini sangat bagus. Hanya saja sebagian rumah warga mempunyai daya listrik yang rendah, sehingga tidak dapat digunakan. Mengetahui hal tersebut, mahasiswa teknik mesin unhas akan memperbarui kembali mesin pemipil jagung tersebut. “Kami akan memperbaiki kembali desainya, untuk mengurangi dayanya atau mengganti tenaganya menggunakan bensin tidak lagi listrik,” sambung Fadly pengurus HMM FT-UH.

Menurut Fadly, rencana pembaruan mesin akan dilakukan secepat mungkin, agar masyarakat dapat menggunakannya kembali. “Kami berharap dengan hadirnya mesin pemipil jagung ini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat Desa Balapunranga,” tuturnya. / Komang Ayu