BISNIS HIJAB DI MAKASSAR TIDAK ADA MATINYA

83
St. Nur Rahmadani pemilik Zahrah Hijab Makassar saat berjualan di GOR Sudiang makassar

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR —  Peringatan hari Tren busana hijab mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuat jilbab sebagai penutup kepala wanita berhijab, semakin kaya keragamannya.

Rupanya keragaman jenis hijab tersebut tersebut dinilai sebagai peluang bisnis oleh St Nur Rahmadani. Sejak Oktober 2016, ia memutuskan berhenti bekerja, dan fokus mengurus keluarga. Di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga itu lah, ia membuka usaha penjualan hijab, yang dinamakan Zahra Hijab Makassar.

“Kenapa saya memilih usaha fashion, karena itu tidak ada matinya. Yang terpenting saat menjalankan bisnis ini yaitu selalu mengikuti trend hijab terkini,” ujarnya.
Apalagi hijab saat sekarang ini bukan hanya sebagai penutup aurat kaum wanita, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup muslimah modern. Di Makassar, Rahma panggilan akrabnya, melihat potensi bisnisnya sangat besar, karena mayoritas masyarakatnya muslim. Sebagian besar wanita muslimah di kota daeng, sangat menggemari penggunaan hijab, dengan model kekinian.

Untuk membuka suatu usaha tidak selamanya harus dengan modal besar. Rahma membuka Zahra Hijab Makassar awalnya hanya dengan modal Rp 2 juta rupiah. Usaha ini dikelola bersama dua orang saudaranya.
“Hijab yang kami jual adalah hijab-hijab instan dengan model-model yang kekinian. Dimulai dengan model segitiga instan dan pashmina instan. Hampir semua warna kami punya. Harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp 35 ribu. Kami juga punya harga-harga per-paket yang jatuhnya lebih murah,” tuturnya.

Untuk memasarkan bisnis hijabnya tersebut, ia melakukan penjualan secara online melalui akun media sosial seperti Instagram. Setiap waktu libur, ia Rahma membuka lapak di gedung olahraga (GOR) Sudiang makassar
“Penjualan kami sebagian besar melalui Instagram. Kami biasanya pakai jasa endorsement selebgram, sebagai daya tarik buat para pecinta hijab. Untuk omzet sendiri, kita sudah bisa mendapatkan Rp 10 juta per-bulan,”ungkapnya./Komang Ayu