TORAJA, KOTA SEJUTA PESONA

57

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Bagi sebagian besar masyarakat yang bertempat tinggal di Kota Makassar, sudah sangat biasa ketika musim liburan tiba, akan memilih pantai sebagai destinasi wisata favorit.

Bagi yang ingin mencari alternatif destinasi liburan yang lain, Tana Toraja lah tempatnya. Disini wisatawan bisa melihat kekayaan budaya masyarakat setempat, disertai juga beberapa situs sejarah, bagaimana kehhidupan masyarakat setempat di masa lalu.

Beberapa waktu lalu Ines Alaydrus bersama beberapa karyawan hotel yang bernaung di bawah Hotel Santika Group, melakukan sales call tahunan ke Tana Toraja. Kesempatan ini lah dimanfaatkan juga untuk melihat langsung kekayaan alam dan budaya di daerah tersebut.

“Kemarin itu sekitar 4 hari, tapi keliling mulai darir Sidrap, Parepare, Palopo, Enrekang, dan terakhir ke Toraja. Kita kesana naik mobil, total berempat sama perwakilan Amaris lain dan Santika,” tutur wanita kelahiran Gorontalo ini.

Kegiatan sales call yang lebih dikenal sebagai sales trip ini, ungkap Ines, selain bertujuan untuk menima ilmu di negeri orang, juga mengunjungi beberapa tempat. bersejarah di Tana Toraja.

Dari beberapa tempat yang dikunjungi, Ines bisa mereferensikan ke para tamunya yang menginap di Amaris Hertaning, untuk datang ke Tana Toraja. Ikut ambil andil dalam pelestarikan lingkungan hidup, merupakan sebuah kebanggaan.

“Kami para karyawan di properti yang dikelola Santika Hotel Group, setahun atau dua tahun sekali melakukan sales trip ke beberapa tempat di Sulsel. Tahun ini kebetulan tujuan kami di Tana Toraja,” ujar Ines.

Di Toraja, gadis cantik yang hobi traveling ini menyempatkan diri untuk mampir di patung raksasa Yesus. Patung ini diklaim sebagai patung Yesus tertinggi di dunia,  karena berada di atas bukit setinggi 1.700 meter di atas permukaan laut. Kini destinasi wisata unggulan yang ada di kawasan Tana Toraja ini punya jembatan kaca, yang bahkan juga diklaim sebagai yang terluas di Indonesia.

Jembatan kaca jadi atraksi wisata tambahan yang baru dibangun. Dari jembatan ini, wisatawan bisa melihat keindahan Kota Makale dari atas. Panjangnya kira kira 100 meter.

Selain itu, Ines bersama kawan-kawan juga berkunjung Lolai, yang dikenal sebagai negeri di atas awan, yang terletak di Toraja Utara. Kampung ini memiliki gugusan pegunungan indah, yang beberapa puncaknya bisa dijangkau. Saat berada di lokasi tersebut, tersaji hamparan awan di sekeliling puncak pegunungan di Kampung Lolai tersebut.

Berada di puncak Lolai dengan hamparan awan yang terlihat lebih rendah dari puncak, seolah kita berada negeri di atas awan. Gugusan awan putih yang dihiasi pancaran sinar matahari di balik awan, menimbulkan lanskap alam yang sangat indah di mata. Untuk dapat menyaksikan secara sempurna sajian pemandangan indah itu, jam 3 dini hari wisatawan sebaiknya sudah menuju ke lokasi yang di tuju. / Nur Rachmat