Keunikan Arsitektur Mesjid Ceng Hoo

Masjid Muhammad Cheng Hoo, yang berlokasi di samping danau GTC, yang merupakan salah satu masjid yang indah dan cantik arsitekturnya di Makassar.

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Masjid Muhammad Cheng Hoo, salah satu masjid yang menjadi perhatian warga Makassar dan sekitarnya, Bagi umat Islam yang gemar wisata religi, mengunjungi ke masjid-masjid yang dirasa indah dan nyaman untuk dijadikan tempat ibadah. Warga ingin mengetahui dan menyaksikan seperti apa masjid yang didominasi budaya China atau Tionghoa itu, karena baru namanya saja sudah menimbulkan rasa penasaran.
“Saya kerap melintas di Masjid Cheng Hoo ini, penasaran karena bentuk bangunannya unik, bernuansa Tionghoa. Kemudian saya singgah sholat, lumayan karena dingin, bersih, bagus jadi tempat bersantai karena selain masjidnya cantik, pemandangan di luarnya juga indah karena ada danau di depan,” tutur arif (27), salah seorang pengunjung sekaligus jemaah di masjid Muhammad Cheng Hoo.
Masjid ini berada di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar. Danau itu sendiri sering dijadikan tempat latihan atlet dayung. Kilau permukaan air danau saat diterpa sinar matahari menambah cantik suasana sekitar. Apalagi jika menghadap ke barat, masih bisa terlihat matahari perlahan-lahan turun ke peraduan. Suasana seperti ini akan membuat orang betah berlama-lama di masjid.
Masjid yang dikelola Persatuan Islam Tionghoa (PITI) ini, arsitekturnya jelas memperlihatkan kentalnya pengaruh budaya China. Kubah utamanya berundak tiga seperti bentuk pagoda, rumah ibadah umat Tionghoa. Lalu ada empat kubah kecil berbentuk segi empat mengelilingi empat sudut bangunan yang makna filosofisnya mengambil konsep budaya keilmuan dan kepemimpinan yang disebut “Sulapa Appa” atau segi empat. Salah satu maknanya dalam kepercayaan Bugis Makassar klasik, “Sulapa Appa” ini menyimbolkan susunan semesta yakni api, air, angin dan tanah.
“Eksterior masjid ini kental bernuansa China. Bangunannya, khusus bagian kubah berbentuk pagoda. Lalu kubah-kubah kecil di empat sisi masjid ini mengandung makna filosofi “Sulapa Appa” dari budaya lokal di sini. Jadi masjid ini memadukan dua budaya berbeda,” kata Jhon Adam, ketua PITI Sulsel yang ditemui di Masjid Muhammad Cheng Hoo.
Ditambahkan, warna cat bangunan juga berbeda dengan masjid pada umumnya. Jika masjid yang lain, catnya bernuansa hijau, sementara masjid Muhammad Cheng Hoo ini berwarna merah maroon dan kuning, sebagaimana warna-warna cerah khas budaya Tionghoa.
Kata Jhon Adam, masjid Muhammad Cheng Hoo ini adalah masjid Muhammad Cheng Hoo ke 12 dari 13 masjid bernama serupa di Indonesia. Di Sulsel, Masjid Muhammad Cheng Hoo juga bisa dikunjungi di Jalan Hertasning Baru, Kabupaten Gowa.
“Masjid Muhammad Cheng Hoo yang dikelola PITI juga ada di Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatera Selatan,” kata Jhon Adam. / Komang Ayu