Festival Perbankan Syariah Pacu Perekonomian KTI

Karyawan BNI Syariah, sedang melayani nasabah di kantornya, jalan Ratulangi Makassar.

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Peran perbankan syariah terus dioptimalkan untuk membantu percepatan dan peningkatan perekonomian daerah khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Berbagai potensi usaha yang ada di kawasan tersebut akan didorong untuk bermitra dengan sejumlah perbankan syariah.
Seiring menggeliatnya industri perbankan syariah di tingkat regional KTI, kepercayaan masyarakat serta antusiasme masyarakat untuk menjadi nasabah perbankan syariah juga ikut meningkat sehingga menjadi potensi untuk pengembangan bisnis perbankan syariah di wilayah itu.
“Perbankan syariah khusus di Sulawesi Selatan dan regional timur Indonesia mengalami tren pertumbuhan kinerja yang signifikan setiap tahun,”kata Bambang Kusmiarso, Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan di kantornya.
Menurut Bambang, dengan menggeliatnya perbankan syariah di Sulawesi Selatan maka Kota Makassar ditunjuk menjadi tuan rumah festival syariah yang akan dihelat pada 25-27 Agustus mendatang. Dalam festival itu akan dihadirkan berbagai pameran produk dan jasa syariah serta sejumlah usaha yang selama ini menjadi mitra perbankan syariah.
Usaha yang hadir dalam pameran nantinya diantaranya perusahaan fashion atau busana, Food atau usaha kuliner, Finance atau perusahaan pembiayaan, Funtrepreneur dan fundutainment.
Festival itu akan dihadiri berbagai sektor usaha yang berasal dari 18 provinsi di Kawasan Timur Indonesia,demikian juga dari perusahaan sektor jasa lainnya. Dari pameran itu , menjadi ajang bagi sejumlah usaha yang ingin memperlihatkan serta mempromosikan produk serta jasa yang ditawarkan kepada pengunjung.
Bambang mengemukakan festival ekonomi syariah ini bertujuan mendorong peran ekonomi syariah dalam rangka penguatan ekonomi nasional dan daerah. Perbankan yang berbasis syariah dapat menjadi pilihan pembiayaan yang tepat bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.
Tak hanya usaha menengah dan usaha besar yang menjadi target kerjasama perbankan syariah melainkan juga usaha skala mikro dan kecil. Pembiayaan syariah untuk usaha mikro dan kecil agar usaha tersebut dipacu agar dapat berkembang menjadi usaha menengah kedepannya.
Dalam festival syariah yang digelar di Makassar tersebut, menjadi ajang bagi seluruh perusahaan terutama yang memberikan layanan jasa syariah untuk menjalin kerjasama dengan para pengunjung yang notabene sebagai pelaku industri.
Festival syariah secara nasional terbagi atas tiga titik, untuk kegiatan di KTI dipusatkan di Kota Makassar, di wilayah Jawa berlokasi di Bandung sedangkan pelaksanaan festival syariah di pulau Sumatera dipusatkan di Medan.
“Selanjutnya yang menjadi pemenang atau terbaik dari tiga kegiatan festival itu akan mewakili Indonesia mengikuti International Syariah Economic Forum,” kata mantan Kpw BI Singapura ini.
Pada kegiatan festival ekonomi syariah di Makassar akan diisi dengan talkshow, kuliah umum dengan tema “Perkembangan Terkini dan Blueprint Ekonomi Syariah” di Universitas Negeri Makassar (UNM), IAIN Palopo dan Universitas Muhammadiyah Parepare.
Adapun kegiatan lainnya yang merupakan bentuk kepedulian sosial adalah aksi donor darah dan pemilihan pesantren unggul. Termasuk perlombaan kaligrafi, duta ekonomi syariah, kesenian daerah, enterpreneur muda dan dai cilik. / Komang Ayu