Hakteknas ke-22, Pacu Pembangunan Kemaritiman

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, membuka secara resmi Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ( Hakteknas) di Center Point of Indonesia, Makassar.

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) mulai digelar pada 1995 lalu. Presiden Ke -3 Republik Indonesia Prof Dr. Ir. B.J Habibie lah yang menjadi tokoh dibalik kebangkitan teknologi di Indonesia pada masa pemerintahan Soeharto itu.
Hakteknas ditandai dengan ide-ide cemerlang B.J Habibie dalam bidang teknologi. Produksi Pesawat terbang pertama kali yang dilakukan Habibie pada 1995 lalu dianggap sebagai kemandirian bangsa Indonesia dalam bidang teknologi, sekaligus menandakan hari bersejarah tersebut sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang setiap tahun diperingati. Namun sayangnya peringatan tersebut sejak di muali 1995 hanya terpusat di pulau Jawa.
Memeperingati Hakteknas yang ke 22 pada 10 Agustus lalu, Kemenristek memilih Sulawesi Selatan, tepatnya di Kota Makassar sebagai tuan rumah untuk gelaran tersebut setelah sebelumnya tak pernah digelar di luar pulau Jawa. Pemilihan Makassar sebagai tuan rumah HAKTEKNAS ke -22 tak lepas dari letak geografis ibukota Provinsi Sulsel sebagai Gerbang Indonesia Timur.
Sebagaimana Tema yang diusung dalam Hakteknas tahun ini “pembangunan maritim berbasis nasional” maka Makassar dipilih sebagai lokasi puncak Hakteknas. Hal itu tak terlepas dari karakteristik Provinsi Sulawesi Selatan yang memeiliki garis pantai terpanjang di Indonesia serta memiliki pelabuhan perikanan rakyat terbesar dan dinamika pembangunan pesisir yang cukup tinggi.
Menristekdikti, Mohammad Nasir dalam sambutannya pada acara welcoming dinner di rumah jabatan gubernur Sulsel yang merupakan rangkaian dari hakteknas menuturkan bahwa Hakteknas yang diadakan pada tahun ini merupakan bagian dari upaya agar inovasi teknologi di luar pulau jawa bisa berkembang.
“Kota Makassar menjadi Istimewa lantaran sejak dimulai pada 1995, Makassar terpilih sebagai tuan rumah pertama yang digelar di luar pulau Jawa, sekaligus peringatan HAKTEKNAS pertama sejak dicanangkannya Tahun 2016 sebagai Tahun Inovasi nasional, pada 2016 lalu di Solo oleh Menko PMK, puan Maharani,” kata Mohammad Nasir dalam sambutannya.
Hal itu tentu mendapat apresisasi yang tinggi dari pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintaj Kota Makassar. Berbagai persiapan pun digalakkan untuk menyambut momen bersejarah itu.
Dihadapan Prof. Dr. Ir. B.J Habibie, Kenristekdikti, Menko kemaritiman, forum koordinasi pimpinan daerah, dan pemerintahan se-Sulawesi Selatan, gubernur Sulawesi Selatan, Syarul Yasin Limpo menegaskan provinsi sulawesi selatan akan terus malakukan inovasi dan pengembangan di segala sektor termasuk Teknologi.
Tak hanya itu, dalam sambutannya, dia mengungkapkan inovasi teknologi yang berkembang di sulsel berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi yang cenderung stabil di angka 7 persen. Hal tersebut tentunya akan berdampak positif pada perkembangan dan inovasi teknologi dalam rangka pembangunan khususnya sektor pertanian dan maritim.
“Pertumbuhan Ekonomi Sulsel tidak pernah dibawah 7 persen. Sulawesi Selatan merupakan pilar Indonesia, apapun yang di mulai dari Sulawesi Selatan akan berdampak baik kedepannya,”
Beberapa rangkaian kegiatan dalam HAKTEKNAS yang di mulai pada 9 Agustus berupa workshop, seminar, welcome dinner, serta pameran dan peluncuran progam yang puncaknya di gelar pada 10 hingga 13 Agustus lalu.  / Hasroni